Polda Sumut Balas Surat GNPK-RI, Nyatakan Kasus PETI Jilid II Sudah Dilimpahkan ke Polres Madina

Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com - Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Perwakilan Sumatra Utara beberapa waktu lalu mengirimkan surat kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mempertanyakan perihal kelanjutan kasus Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Mandailing Natal. Surat dari GNPK-RI ini pun dijawab oleh Kapolda Sumut melalui Ditreskrimsus Polda Sumut yang menjelaskan bahwa kasus PETI yang melibatkan Akhmad Arjun Nasution, sudah dilimpahkan ke Polres Mandailing Natal. 

"Dalam surat itu, yang menjadi alasan pihak Polda melimpahkan ke Polres Mandailing Natal karena letak kejadian perkara tersebut disana. Selain itu, jarak antara Polda Sumut dengan lokasi kejadian perkara terlalu jauh," ungkap Sekretaris GNPK-RI, Yulinar Lubis.

Yulinar juga berharap dengan pelimpahan ke Polres Madina maka pengungkapan kasus PETI ini bisa lebih cepat. Hal ini dikarenakan para penyidik di Polres Madina juga sebelumnya sudah melakukan gelar perkara dengan para penyidik di Ditreskrimsus Polda Sumut. 

"Masih dalam surat tersebut, informasinya penyidik dari Polres dan Polda sudah melakukan gelar perkara. Namun sayangnya tidak dicantumkan tanggalnya kapan. Kita berharap SPDP ke kejaksaan terkait kasus PETI ini pun bisa segera dikeluarkan oleh pihak Polres Madina," jelas Yulinar. 

Hal ini pun dibenarkan oleh Kapolres Mandailing Natal, AKBP Reza Chairul AS, SH, SIK kepada wartawan. Melalui chat WhatsApp, Kapolres mengatakan saat ini dia akan segera mempertanyakan proses kasus PETI ini kepada penyidik. 

"Saya check dulu bagaimana perkembangan prosesnya," tulis Kapolres, Jumat (20/1/2023). (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini