Harga Gas Non Subsidi di Gunungsitoli Melonjak, Begini Kata Menteri BUMN

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Harga gas non subsidi di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mengalami kenaikan. Kondisi itu membuat masyarakat dan pengusaha gelisah.

Demikian disampaikan Walikota Gunungsitoli Ir. Lakhomizaro Zebua dihadapan Menteri BUMN RI, Erick Thohir saat melakukan kunjungan kerja beberapa waktu lalu.

Dihadapan Erick, Walikota menerangkan bahwa harga gas non subsidi di Kota Gunungsitoli tidak terkendali. Untuk mengisi ulang, masyarakat maupun pengusaha harus membayar Rp.300.000/tabung.

"Untuk mengisi ulang gas 12 Kg, masyarakat dan pengusaha harus mengirim tabung ke Sibolga dengan membayar Rp.300.000/tabung. Kondisi tersebut membuat masyarakat gelisah. Mohon solusinya pak Menteri", kata Walikota.

Mendengar keluhan Walikota Gunungsitoli, Menteri BUMN Erick Thohir berjanji mencari mempelajari penyebab kenaikan harga gas non subsidi sekaligus mencari solusinya.

“Saya berharap, program kerja antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat sejalan. Dalam mengambil kebijakan, pemerintah daerah harus memiliki mental melayani bukan malah mempersulit", ujar Erick.

Erick berpesan, agar pemerintah daerah membuka jalan seluas-luasnya bagi investor yang hendak masuk ke Pulau Nias. Berikan kemudahan pengurusan dokumen izin, jangan sampai mempersulit.

"Saya percaya, semakin banyak investor datang roda perekonomian masyarakat di Pulau Nias semakin meningkat. Begitupun dengan lapangan kerja, tentu menjadi kesempatan baik terhadap kaum muda", tandasnya. (ds/Ris)

Share:
Komentar

Berita Terkini