Penangkapan Alat Berat di Desa Petani 'Tebang Pilih', Kuasa Hukum Tersangka : Tangkap Semua!!!

Editor: dailysatu author photo
alat berat yang diamankan oleh Polda Riau


dailysatu.com- Buntut dari penangkapan terhadap dua orang warga bernama MUS alias I dan AYS alias W oleh Ditreskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Riau pada 13 Oktober 2022 lalu, Kuasa Hukum dari kedua tersangka, Miswarsyah Harahap, SH dari Kantor Hukum Muchsi Waly Ilman menilai ada 'tebang pilih' dalam penegakan hukum.


Sebab, katanya, kedua tersangka merupakan 'korban' karena merupakan operator dari alat berat escavator merk Hitachi 110 yang pada saat penangkapan sedang mengerjakan di lahan kelompok tani hutan Tunas Baru Lubuk Linong, Dusun Lubuk Linong, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Kuasa Hukum Tersangka, MS alias Imus dan AYS alias Wawan Miswar Syah Harahap, SH saat melakukan konfrensi pers kepada sejumlah awak media di Pekanbaru, Rabu 30 November 2022


"Anehnya, justru Ketua Kelompok Tani dan Kepala Desa Petani tidak dilakukan penangkapan. Jadi, kami selaku kuasa hukum dari kedua tersangka minta terhadap pemilik lahan dan kepala desa juga ditangkap,"katanya dalam keterangannya kepada sejumlah awak media di Pekanbaru, Rabu 30 November 2022.


Dikatakan, kedua tersangka saat ini ditahan di Mapolda Riau.Dimana dalam surat perintah penahahan Nomor.Sprin-Han/93/X/2022/Ditreskrimsus, terhadap kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana di bidang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dan melanggar pasal 92 ayat (1) huruf a jo huruf b UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan sebagaimana telah diubah dalam pasal 37  Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo pasal 56 ayat (1) ke-1 KUHPidana.


"Penangkapan kedua klien kami ini, kami dinilai terlalu dipaksakan atau ada kesan order dari pihak lain. Sebab saat Tim Tipiter III Ditrimsus Polda Riau mendatangi di lokasi lahan, ada 8 unit alat berat sedang bekerja di TKP penangkapan, namun yang diamankan hanya 1 alat berat dan dua tersangka saja diamankan," ungkap Kuasa Hukum tersangka MS alias Imus dan AYS alias Wawan Miswar Syah Harahap, SH.


Menurutnya, jika memang pihak Kepolisian Polda Riau, ingin melakukan upaya penegakan hukum di atas lahan yang dimaksud, semestinya Tim Tipiter III Ditrimsus Polda Riau, melakukan tindakan hukum yang sama kepada pelaku aktivitas lahan di lokasi penangkapan.


"Apalagi saat Tim Tipiter III Ditreskrimsus Polda Riau turun di lapangan, ada 8 (delapan) unit alat berat beserta dengan operator alat berat yang sedang melakukan aktivitas yang sama di lokasi TKP. Tapi yang diamankan, hanya satu unit alat berat dan dua orang operator saja yang diamankan. Ada apa ini, apa seperti ini langkah upaya penegakan hukum yang dilakukan Polda Riau selama ini," tanya Miswar Syah Harahap.


Karena itu lanjut Miswar Syah Harahap, jika memang pihak Polda Riau melakukan upaya penegakan hukum di lokasi lahan tersebut, semestinya pihak Tim Tipiter III Ditkrimsus Polda Riau, menangkap seluruh pemilik alat berat dan operator yang melakukan aktivitas yang sama di lokasi lahan tersebut.


"Kami meminta pihak Polda Riau jangan tebang pilih dalam kasus penegakan hukum di atas lahan tersebut. Jika ingin menjalankan proses hukumnya, harus benar-benar dilakukan dengan adil dan tidak tebang pilih," pintanya.


Jika memang masyarakat tidak dibenarkan mengelola di atas lahan tersebut, pihak Kepolisian Polda Riau harus benar-benar menegakkan hukum dengan adil dan tidak pandang bulu.


"Siapapun yang terlibat dalam perbuatan melawan hukum di lokasi lahan tersebut, harus benar-benar dijalankan dengan adil dan tanpa pandang bulu atau tebang pilih. Tangkap semua pelaku yang terlibat disana, dan ini perlu menjadi PR Kapolda Riau untuk mengarahkan jajaran dalam melakukan upaya penegakan hukum tersebut dan kami tunggu aksinya," pungkas Miswar Syah Harahap meyakinkan.(ds/romisyahsiagian)

Share:
Komentar

Berita Terkini