Berulang, Pencabulan Marak di Kecamatan Muara Batang Gadis

Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com - Kejahatan dalam bentuk tindak pidana cabul terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Kecamatan Muara Batang Gadis. Hal ini diungkapkan oleh penuturan warga. Bahkan warga juga sudah berulang kali melakukan sanksi sosial terhadap pelaku tindak pidana pencabulan tersebut. Sanksi sosial yang dilakukan warga antara lain dengan mengusir pelaku dari desa tersebut. 

Namun tampaknya sanksi sosial ini tak berlaku pada ZL. Pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur ini tak juga jera. Sehingga keluarga korban akhirnya harus membuat laporan terhadap ZL, Jumat (18/11) ke Polres Mandailing Natal. 

"Meski jarak jauh, harus ditempuh untuk melaporkan pelaku cabul terhadap keponaan kami  yang baru berumur 10 tahun" ujar Samsul Bahri Pane. S.Sos. MAP mewakili keluarga korban. 

Menurut Samsul kejadian serupa pernah terjadi dan kini terulang kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur. Meski, proses mencari keadilan itu amat sulit dan berat, pihaknya harus melewatinya dengan mengesampingkan adat kebiasaan lewat jalur hukum melaporkan pelaku kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Madina.

Samsul yang juga pengamat sosial dari FISIP UISU ini menambahkan, selama ini kasus seperti ini diselesaikan lewat adat kampung seperti hukum di usir dari Desa. Namun ungkap Samsul, hukuman yang lazim diputuskan kepala desa, terkesan tidak membuat efek  jera terhadap pelaku pencabulan anak dibawah umur. Samsul pun meminta kepada Kepala Desa jangan bersikap tidak peduli atas kelakuan bejat warganya.

"Tidak pantas kepala desa menanyak bukti. Kepala desa sudah tahu bahwa pelaku telah meminta maaf kepada orang tua korban. Apa cukup dengan meminta maaf. Ini pidana murni," katanya.

Memperhatikan, sikap dan respon kepala desa yang tidak peduli tersebut,  terpaksa kami orang tua korban melapor ke Polres Madina di dampingi KPA Kab Madina. 

"Alhamdulillah, KPA Madina merespon dan mendampingi orang tua korban lapor ke Polres Madina," tambah Samsul menjelaskan kronologi pelaporan hingga di polres Madina.

Dekan FISIP UISU ini Samsul Bahri Pane Sos. MAP lebih lanjut mengatakan dan meminta Polres Madina segera menangani dan  proses kasus ini sesuai hukum yang berlaku.

"Kasus ini bagi kami sangat besar, menyangkut masa depan keponakan dan anak-anak usia dibawah umur. Hari ini keponaan kami, tidak tertutup kemungkinan jika kasus ini tidak di proses akan dialami oleh anak-anak lain. Pak Kapolres Madina, kami minta polres cepat dan "peti es"kan kasus cabul ini," 

Laporan Ibu Korban didampingi KPA Kabupaten Madina diterima pihak Polres Madina dengan laporan bernomor : LP/B/338/XI2022/SPKT/POLRES MADINA/POLDA SUMUT tertanggal 18 November 2022. Samsul berharap pihak Polres Madina bisa segera ini ditangani segera sesuai hukum yang berlaku. 

Sedangkan, Kapolres Madina, AKBP HM Reza Chairul AS, membenarkan bahwa laporan tersebut sudah diterima oleh bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Madina. 

"Benar. Laporan sudah diterima oleh petugas di SPKT. Segera kita tindak lanjuti," tulisnya membalas pesan Whatsapp wartawan, Jumat (18/11/2022) malam. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini