Ketua DPRD Madina : Seluruh Pihak Harus Memandang Objektif Terkait Gas H2S PT SMGP

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis meminta agar semua oknum memandang objektif dalam permasalahan tragedi H2S PT. Sorik Merapi Geotermal Power (SMGP). 


Hal ini disampaikannya dalam konfrensi pers sore tadi, Senin (19/9). 

Erwin menjelaskan apa yang terjadi dalam tragedi SMGP ini adalah masalah ketidak harmonisan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. 

Menurut, Erwin hal ini tidak perlu dijadikan polemik yang terlalu berkepanjangan. Karena dia menambahkan hingga saat ini Pemerintah daerah telah berulang kali melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan perusahaan dalam menyelesaikan sengketa tersebut. 

"Pemerintah daerah saat ini dalam posisi yang sulit. Kehadiran investor sangatlah dibutuhkan pemerintah daerah. Hanya saja, polemik yang terjadi sebenarnya adalah perselisihan antara masyarakat di sekitar dengan perusahaan. Dan pemerintah daerah hingga saat ini tidak hanya diam, sudah banyak usaha yang kami lakukan," jelas Erwin.

Erwin mengatakan, ketika kejadian Jumat (16/9) lalu dirinya tak beradab di Madina, sehingga dia tak berani berkomentar terkait peristiwa itu. Dia menjelaskan, alasannya tak mau berkomentar karena dirinya belum mengetahui pasti apa penyebab peristiwa 8 orang warga Sibanggor Julu dilarikan ke Rumah Sakit. 

"Sebelumnya saya mohon maaf ke kawan-kawan wartawan. Malam kejadian itu, banyak wa dan telpon kesaya. Tapi karena saya ingin tahu dan lihat terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi makanya sekarang saya berkomentar," ungkap Erwin. 

Erwin menjelaskan, Senin. (19/9) pagi dia tiba di Panyabungan dan langsung melakukan komunikasi ke Bupati terkait peristiwa tersebut. Bahkan menurutnya Bupati juga sudah memberikan respon positif. Hanya saja Bupati tidak ingin menimbulkan gejolak di masyarakat. 

Erwin berharap seluruh elemen masyarakat di Madina, dan para tokoh asal Madina, baik di luar Madina maupun di Madina untuk tidak memandang secara sepihak peristiwa H2S di SMGP. Dia juga meminta agar SMGP untuk lebih terbuka kepada masyarakat sekitar agar perselisihan antara perusahaan dan masyarakat bisa dicarikan solusinya. 

"Pihak perusahaan juga saya harapkan lebih terbuka kepada masyarakat sekitar. Apa yang terjadi di Madina ini berbeda dengan di daerah lain. Geotermal yang ada di Madina itu terletak di kawasan pemukiman, sedangkan di daerah lain itu jauh dari pemukiman sehingga rentan terjadi perselisihan," tegasnya. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini