2 Kepengurusan LAM Rohul Sama-Sama Gelar Musda ke-V, Alirman : 3 Luhak dan 13 LKA Ikuti Musda Versi Suparman

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com- Dalam sehari, 2 Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hulu (Rohul) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-V pada 21 September 2022.


Digelar di dua tempat berbeda, Musda LAM Rohul Versi Datuk Syahril Abu Bakar diikuti kandidat kuat Ketua LAM Rohul, yakni H.Suparman.


Sedangkan LAM Versi Datuk Raja Marjohan yakni H.Zulyadaini.


Amatan dailysatu.com, Kepengurusan LAM Rohul versi H. Zulyadaini menggelar Musda di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hulu di Kompleks Perkantoran Pemda Rohul. Sementara, Musda LAM Rohul Versi H.Suparman menggelar Musda di Hotel Sapadia, Pasir Pengaraian.


Disebutkan, Musda LAM Rohul di dua tempat ini merupakan buntut konflik kepengurusan LAM Riau yang menggelinding ke LAM Rokan Hulu. Dua versi kepengurusan LAM Rohul, masing-masing Versi Datuk Raja Marjohan (H.Zulyadaini) dan Kepengurusan LAM Rohul Versi Datuk Syahril Abu Bakar (H.Suparman).


Berdasarkan informasi yang diperoleh, sejatinya, masa kepengurusan LAM Rohul Versi H. Zulyadaini dan jajarannya sudah habis pada tanggal 22 Juli 2022. 


Namun, pengurus LAM Riau versi Datuk Raja Marjohan mengeluarkan SK perpanjangan waktu pengurus LAM Rohul nomor SK-011/LAMR/VII/2022 yang ditanda tangani tanggal 20 Juli 2022, dengan Mandat menyelesaikan Musda V.


Di sisi lain, perpanjangan waktu SK Kepengurusan LAM Rohul ini dianggap tidak sah oleh kubu versi Datuk Syahril Abu Bakar yang kemudian mengeluarkan SK Pengurus Sementara dengan H. Suparman sebagai Plt Ketua.


Kedua kubu, baik kepengurusan LAM Rohul versi H. Zulyadaini (SK Raja Marjohan) dan Versi Plt Ketua LAM Rohul versi Suparman (Syahril Abu Bakar) bersikukuh mengklaim sebagai pihak yang sah.


Sekretaris Pengurus LAM Rohul Versi Plt Suparman, Alirman gelar Panglimo Sutan Dubalang Rajo Alirman saat ditemui di acara Musda di Hotel Sapadia membantah adanya dualisme kepengurusan di tubuh LAM Rohul karena yang menentukan pengurus LAM Rohul adalah 16 LKA dan 5 Luhak.


Menurutnya, pasca berakhirnya masa jabatan pengurus sebelum nya H. Zulyadaini pada 20 Juli 2022, maka dalam AD/ART ditunjuk Pengurus Sementara dengan mandat pelaksanaan Musda.


"Dalam AD/ART LAM Rohul tidak ada yang namanya perpanjangan SK Pengurus, jika sebelum Musda masa jabatan pengurus berakhir artinya pengurus tidak mampu, dan untuk melaksanakan Musda LAM Riau menunjuk karateker untuk melaksanakan Musda," jelasnya.


Selain terkait Perpanjangan SK, Alirman menyebut, banyak pelanggaran yang telah dilakukan Pengurus LAM Rohul yang dinilai telah mengangkangi AD/ART LAM Rohul.


Beberapa pelanggaran AD/ART tersebut diantaranya mencampuri kewenangan adat seperti mengangkat Kepala Kerapatan Luhak Rambah yang sudah diberhentikan Raja Rambah.


"Menerbitkan SK Sutan Laut Api seharusnya itu kewenangan Sutan Mahmud. Sementara kewenangan LAM Rohul itu hanya bersifat memfasilitasi kepentingan adat dan melestarikannya bukan malah intervensi,"tegas Alirman yang begelar Panglimo Dubalang Rajo.


Dalam kesempatan itu, Alirman juga menyebutkan dalam Musda yang digelar pada hari ini diikuti oleh 3 Luhak yakni Luhak Rambah, Luhak Kepenuhan dan Luhak Kunto Darussalam.


Sedangkan, ada 13 Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Kecamatan yang ikut yakni LKA Tambusai Utara, Bonai Darussalam, Kunto Darussalam, Pagaran Tapah, Rambah, Rambah Hilir, Rambah Samo, Bangun Purba.


Kemudian, LKA Kabun, LKA Pendalian, LKA Rokan IV Koto, Kepenuhan serta Kepenuhan Hulu. (ds/ali/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini