Terdakwa PETI Dituntut 1 Tahun Penjara, LIRA Cium Aroma Suap

Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com - Jaksa Penuntut Umum, Putra Marsudi dalam perkara Penambang Tanpa Izin (PETI) di Madina membacakan tuntutannya. Dalam tuntutannya JPU hanya menuntut 1 tahun penjara terhadap terdakwa. Tuntutan ini berdasarkan pasal 161 Undang-undang no 3 tahun 2020 tentang perubahan UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. 

Tuntutan ini dibacakan JPU di depan majelis Hakim. Menurut JPU, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal yang didakwakan kepadanya, di Pengadilan Negeri Mandailing Natal, Kamis (4/8).

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 161 UU No. 3 tahun 2020 tentang Minerba. Sehingga kami menuntut 1 tahun penjara dan denda uang 15 juta. Jika terdakwa tidak sanggup membayar denda, maka diganti hukuman pengganti 6 bulan penjara," tutur Putra. 

Melihat tuntutan yang rendah ini, bermunculan komentar dari beberapa tokoh masyarakat di Madina. Salah satunya, Wakil Sekretaris Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Madina, M Syawaluddin. 

Syawal menilai tuntutan yang dibacakan JPU, sangatlah rendah. Hal ini dikarenakan kegiatan penambangan ilegal bukan hanya merugikan masyarakat, namun juga berdampak pada lingkungan. 

"Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh terdakwa ini juga merusak lingkungan. Pelakunya harus diberi efek jera. Jika hanya dihukum dengan penjara satu tahun, ini sangat lah rendah," ungkapnya. 

Dengan tuntutan ini, Syawal berharap Komisi Kejaksaan (Komjak) harus turun dan menyelidiki permasalahan hukum di Madina. Menurut Syawal, dalam dua perkara yang berkaitan ini terlihat dan tercium adanya unsur penyuapan. 

"Komjak harus turun. Periksa jaksa-jaksa nakal. Ada aroma penyuapan sehingga dua perkara yang saling berkaitan tuntutannya sama. Hanya satu tahun," tegas Syawal. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini