Pengeroyok Wartawan Divonis 1 Tahun untuk AL dan 8 Bulan untuk Tiga Terdakwa Lainnya

Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com - Terdakwa pengeroyokan dan penganiayaan wartawan, Jeffry Barata Lubis, akhirnya divonis hakim. Dalam sidang yang dilaksakan di Pengadilan Negeri Mandailing Natal, Selasa (9/8). Majelis hakim yang dipimpin oleh Ketua PN Madina, Arief Yudiarto, SH. MH. 

Dalam putusannya, majelis hakim memutuskan dua keputusan untuk empat terdakwa. Putusan pertama untuk terdakwa, Awaluddin Lubis (AL) dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindakan melawan hukum dengan pasal 170 ayat 2 ke 1e. 

"Setelah mendengar saksi-saksi serta fakta persidangan. Majelis hakim memutuskan kepada terdakwa AL hukuman penjara selama satu tahun. Selanjutnya, terdakwa tetap dalam tahanan sesuai dengan undang-undang yang berlaku," ucap Hakim Ketua, Arief Yudiarto, SH. MH. 

Dalam putusan untuk AL hakim menilai bahwa terdakwa yang sebelumnya pernah dihukum menjadi pertimbangan yang memberatkan untuk terdakwa. Sedangkan, sikap sopan dan mengakui perbuatan serta memohon maaf atas perbuatan terdakwa menjadi pertimbangan hakim yang meringankan. 

Selanjutnya untuk ketiga terdakwa lainnya, Salamat, Edi Mansyur Rangkuti, dan Rasoki hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 8 bulan. Hukuman yang diputuskan hakim ini lebih ringan dengan tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum beberapa waktu lalu. 

"Kepada terdakwa, Salamat, Rasoki dan Edi Mansyur, majelis hakim menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana KUHP Pasal 170 Ayat 2 ke 1e. Dan memutuskan menjatuhi hukuman delapan bulan penjara," tegas Arief. 

Perihal putusan hakim ini, JPU Riamor Bangun mengatakan untuk pikir-pikir terkait putusan ini. Hal ini diungkapkan Riamor ketika majelis hakim menanyakan apakah JPU menerima atau menolak atau pikir-pikir.

"Izin Yang Mulia, saya masih pikir-pikir terhadap putusan tersebut Yang Mulia," ucap Riamor. 

Sebagai pengingat, perkara pengeroyokan wartawan di Lopo Mandailing Coffe ini terjadi Bulan Maret 2022. Adapun berdasarkan fakta persidangan perkara pengeroyokan ini, terjadi karena adanya upaya dari para terdakwa untuk membungkam atau menghentikan pemberitaan media terkait dengan Penambang Emas Tanpa Izin di Madina. 

Korban dari pengeroyokan ini, Jeffry Barata Lubis merupakan wartawan di Topmetronews.com. Korban mengalami luka di wajah dan punggung serta lecet di lutut yang dibuktikan dengan visum et repertum dari RSUD Panyabungan. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini