Kadis PMD : Belum Terima Laporan Terkait Kades Hutanamale

Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com - Terkait status tersangka oknum Kepala Desa Hutanamale, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Parlin Lubis, Rabu, (03/08) mengatakan jika saat ini pihaknya belum mendapat surat resmi terkait adanya oknum kades yang ditetapkan menjadi tersangka oleh Ditreskrimum Polda Sumut.

Parlin mengatakan jika dirinya mengetahui adanya salah satu kades yang ditetapkan tersangka oleh Ditreskrimum Polda Sumut melalui pemberitaan yang viral saat ini. Ia pun menuturkan akan melakukan kordinasi dan pendalaman terkait kasus ini kepada pihak Kecamatan Puncak Sorik Marapi.

"Belum mendapatkan laporan tertulis dari pemerintah Kecamatan. BPD Desa Sibanggor Jae dan BPD Desa Hutanamale ada baiknya melaporkan secara tertulis kepada Camat terkait status kepala Desa Hutanamale dan selanjutnya Camat meneruskan laporan tersebut kepada kepala daerah dan tembusan laporan tersebut bisa disampaikan kepada Dinas PMD" terangnya

Lebih lanjut Parlin mengatakan jika laporan tersebut telah diterima, Secepatnya Dinas PMD Madina akan mengkaji dan mempelajari laporan tersebut.

"Nanti Dinas PMD akan melakukan koordinasi dengan Camat yang bersangkutan dan akan melakukan kajian terlebih dahulu, Kemudian berdasarkan kajian itulah nantinya Kepala Daerah melalui Dinas PMD akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan" tegasnya.

Melanjutkan keterangan Kadis PMD tersebut, Camat Puncak Sorik Marapi M Ridwan Lubis yang dihubungi waspada via seluler mengatakan hingga kini pihaknya juga belum menerima laporan terkait ditetapkanya kades Hutanamale menjadi tersangka oleh Ditreskrimum Polda Sumut.

"Kita belum ada menerima laporan, nanti kita coba kordinasikan dulu pihak-pihak BPD, setelah itu baru kita laporkan kepada Dinas PMD" tuturnya.

Penetapan status tersangka Kades Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berinisial SN yang sempat viral dan menghebohkan pemberitaan diberbagai akun media sosial dan laman pemberitaan turut menjadi perhatian masyarakat.

Dimana dalam hal ini SN ditetapkan Direktorat Reserse Kriminal Umum  (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Hal ini pun tertuang dalam surat resmi Polda Sumut dengan nomor : B/1904/VII/2022/Ditreskrimum tertanggal 29 Juli 2022 yang menjelaskan perihal surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (sp2hp) ke-V atas laporan korban berinisial AGM.

Dari hasil penyidikan laporan tentang dugaan tindak penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 dan atau pasal 372 KUHPidana yang dilaporkan korban AGM, penyidik telah melakukan gelar perkara pada Kamis 28 juli 2022 dengan kesimpulan menetapkan saudara SN terbukti bersalah dan ditetapkan menjadi tersangka.

Dari hasil penyidikan tersebut, diagendakan tim penyidik Ditreskrimum Polda Sumut akan melakukan pemanggilan terhadap SN dengan status sebagai tersangka. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini