Kades Hutanamale Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan

Editor: romi syah author photo
Ilustrasi


dailysatu.com - Kepala Desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berinisial SN resmi ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut).

Hal ini pun tertuang dalam surat resmi Polda Sumut dengan nomor : B/1904/VII/2022/Ditreskrimum tertanggal 29 Juli 2022 yang menjelaskan perihal surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (sp2hp) ke-V atas laporan korban berinisial AGM.

Dari hasil penyidikan laporan tentang dugaan tindak dugaan penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 dan atau pasal 372 KUHPidana yang dilaporkan korban AGM, penyidik telah melakukan gelar perkara pada Kamis 28 juli 2022 dengan kesimpulan menetapkan saudara SN terbukti bersalah dan ditetapkan menjadi tersangka.

Dari hasil penyidikan tersebut, diagendakan tim penyidik Ditreskrimum Polda Sumut akan melakukan pemanggilan terhadap SN dengan status sebagai tersangka.

Kades Hutanamale saat dikonfirmasi wartawan, Selasa, (02/08) perihal kebenaran dirinya menjadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan ini mengatakan jika dirinya telah mengetahui ditetapkan menjadi tersangka oleh Ditreskrimum Polda Sumut. 

Ia pun menjelaskan jika dalam kasus ini dirinya merasa difitnah dan ditipu oleh saudara AGM perihal transaksi 3 unit mobil yang disinyalir merupakan mobil hasil penadahan tingkat tinggi.

"Awalnya kasus ini terjadi pada tahun 2013, saya dan beliau (AGM_Red) masih ada hubungan saudara, kebetulan saat itu beliau menjabat salah satu Kabid di Dinas Pendidikan. Pada saat itu beliau menelfon saya untuk menanyakan mobil lelangan dan meminta agar saya menjembatani untuk prosesnya, 

"Kebetulan saat itu ada kenalan saya yang bertugas di provinsi yang menawarkan jika ada mobil lelangan dengan harga murah, kemudian kami pun melakukan transaksi pembelian mobil lelangan ini hingga 3 kali, selepas itu mobil ini kita bawa ke Madina, namun selang beberapa hari kemudian, beliau meminta agar mobil tersebut dikembalikan karena terindikasi dalam penadahan atau penipuan tingkat tinggi, setelah kita kembalikan ternyata rekanan tersebut membawa lari 3 unit mobilnya dan raib hingga hilang sampai sekarang" tutur Kades Hutanamale

SN menuturkan dikarenakan dirinya yang mengenalkan dan menjembatani terjadinya transaksi jual beli mobil penadahan tersebut, ia dipaksa oleh AGM untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami.

Kemudian SN juga mengaku jika dirinya juga ditipu oleh AGM karena memalsukan tanda tangan pada kwitansi pembelian 3 unit mobil tersebut. Hingga pada akhirnya AGM melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumut atas tindakan penipuan dan penggelapan.


"Saya juga merasa ditipu karena dalam laporannya ada kwitansi yang dipalsukan dan saya merasa itu bukan tanda tangan saya, dalam kasus ini saya telah menyerahkan kepada kuasa hukum saya untuk melakukan proses pembelaan hukum yang sedang menimpa saya saat ini" ucap SN

Sementara itu, AGM yang coba dihubungi wartawan melalui seluler hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi dikarenakan nomor yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.

Lebih lanjut Kadis PMD Madina Parlin Lubis yang coba dikonfirmasi wartawan terkait langkah yang akan diambil oleh Pemerintah atas tersangkanya salah satu kepala desa dilingkup Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal belum memberikan jawaban dikarenakan masih mengikuti ujian.

"Bentar ya dinda lagi ujian, nanti abang jawab" tuturnya. (Reza)

Share:
Komentar

Berita Terkini