Aktivitas Tambang Emas Ilegal Kembali Beraktivitas, Warga Keluhkan Air Sungai Kembali Keruh

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com - Warga Desa Parlampungan, Kecamatan Batang Natal keluhkan kembali kotornya air sungai yang mengalir di desa mereka. Menurut mereka, keruhnya air sungai di desa mereka diakibatkan kembali beraktivitasnya para penambang emas tanpa izin di sekitaran desa mereka. 

AL, salah seorang warga yang bercerita dengan rekan-rekan media menjelaskan kegiatan penambang emas tanpa izin di desa Parlampungan ini sudah mulai sejak kurang lebih sebulan ini. Bahkan menurut mereka, para penambang juga kembali menggunakan alat berat berupa excavator. 

"Mulai lagi mereka menambang. Ada dua alat berat yang main di atas sana. Memang agak sembunyi sekarang, mungkin karena sudah beberapa pemain tambang yang kena tangkap. Jadi sekarang maennya agak ke atas," ungkap AL ketika bertemu rekan-rekan media beberapa waktu lalu. 

AL menjelaskan saat ini penambang di Desa Parlampungan masih tergolong pemain lama yang dulu sempat berhenti setelah maraknya pemberantasan penambang emas tanpa izin. Bahkan menurut AL, saat ini para penambang juga dibekingi oleh oknum-oknum aparat sehingga tak merasa takut. 

"Ada orang yang bekingi. Jadi ga ada takutnya mereka. Bahkan yang memback up mereka itu stand by di jalan masuk lokasi tambang. Ketika ada polisi atau aparat yang mau naik langsung diamankan oleh oknum yang memback up itu," jelas AL. 

Bahkan, dengan kembali beraktivitasnya beberapa penambang emas tanpa izin tersebut, warga merasa APH terkesan pilih kasih. Menurutnya warga ingin kembali beraktivitas dengan alat berat namun terkesan dilarang-larang. 

"Kenapa pula kami tak dikasih untuk main lagi bang. Orang-orang itu boleh main. Ada apa ini. Apa karena kami ga sanggup kasih setoran, makanya kami dilarang," tanyanya. 

Informasi dari AL ini pun kemudian diteruskan kepada Kapolsek Batang Natal, Iptu M Pakpahan. Namun menurut Kapolsek, hingga saat ini belum ada laporan terkait adanya penambang emas tanpa izin yang menggunakan alat berat di wilayah hukumnya. 

"Kalau alat berat sudah tidak ada lagi. Tapi kalau dompeng masih banyak memang, mau bagaimana lagi saat ini, nambang emas lah satu-satunya penghasilan mereka masyarakat di sana," ucap Kapolsek kepada rekan-rekan media, Minggu (14/8). 

Bahkan Kapolsek juga menjelaskan memang beberapa waktu lalu, sempat air sungai mengalami keruh di sekitaran Aek Ngali. Namun penyebab keruhnya air sungai itu bukan karena adanya kegiatan tambang. Tetapi tanggul di Aek Ngali mengalami rubuh.

"Kemarin itu beberapa hari lalu, air sungai memang sempat keruh. Tapi bukan karena ada tambang alat berat bang. Itu tanggul yang sempat roboh di sungai Aek Ngali," jelasnya. 

Bahkan menurut dia, saat ini ada tim pemulihan lingkungan yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal yang diketuai oleh Asisten III Pemkab Madina. Sehingga menurutnya, jika ada laporan aktivitas tambang emas ilegal sebaiknya dilaporkan langsung ke tim pemulihan lingkungan. (TIM)

Share:
Komentar

Berita Terkini