Warga Desa Banjar Aur Keluhkan Pemotongan BLT Oleh Oknum Desa

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com-Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) bersumber dari Dana Desa (DD) tahap pertama bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Desa Banjar Aur Utara, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga penyalurannya terjadi pemotongan yang dilakukan oknum aparatur desa.

Domu Hasibuan, salah seorang warga mengungkapkan, pada saat penyaluran BLT beberapa hari lalu di desa Banjar Aur Utara diduga ada unsur kesengajaan pemotongan dana yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Padahal perbuatan pemotongan dana apalagi itu bantuan bagi warga terdampak Covid-19 telah melanggar peraturan dan undang undang tentang pembagian BLT yang bersumber dari dana desa,” kata Domu Hasibuan, Rabu (29/6) kemarin. 

Domu menjelaskan, saat pembagian BLT kepada warga desa Banjar Aur Utara pada tahap pertama telah terjadi pemotongan Rp. 100.000,- per KK (Kepala Keluarga) yang seharusnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima dana BLT tersebut sebesar RP. 900.000,- per tiga bulannya. Namun, saat itu KPM hanya menerima BLT sejumlah Rp. 800.000,- saja untuk periode bulan Januari, Februari dan Maret.

“Jika ditotalkan, Rp. 100.000,-/KK dikalikan 135 warga penerima BLT, maka diduga dengan sengaja oknum aparatur desa telah melakukan pemotongan dana belasan juta rupiah,” urainya lagi.

Padahal, kata Domu, saat pembagian BLT tersebut hadir Kepala Desa (Kades) dan dari pihak kepolisian serta aparat desa lainnya. Sehingga terkesan ada pembiaran dan unsur kesengajaan pemotongan dana pada saat berlangsungnya penyaluran BLT tersebut.

“Anehnya, Kades sebagai penanggung jawab anggaran membiarkan hal itu terjadi. Indikasi pemotongan BLT tersebut tidak berdasarkan musyawarah bagi yang berhak menerima bantuan, akan tetapi Kades dan aparatnya membuat kebijakan yang tidak ada dasar hukumnya serta tidak ada kesepakatan dari warga desa Banjar Aur Utara,” pungkasnya.

Namun hingga saat ini, baik Kepala Desa Banjar Aur Utara, maupun Camat Sinunukan yang dikonfirmasi oleh wartawan hingga saat ini tidak menjawab konfirmasi tersebut. Bahkan wartawan dailysatu sudah mengirimkan pesan kepada Camat Sinunukan terkait pemotongan ini, namun juga belum ada jawaban atau tanggapan.(Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini