Tim Pemulihan Lingkungan Segera Bekerja, Walau Bingung Anggaran Darimana

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Tim pemulihan lingkungan yang dibentuk oleh Bupati Madina akan segera bergerak melakukan sosialisasi ke beberapa kecamatan yang mendapatkan pencemaran. Hal ini disampaikan oleh Sahnan Batubara yang merupakan Ketua Tim Pemulihan di kantornya Selasa (19/7). Namun Sahnan juga mengeluhkan hingga kini, dirinya bersama tim masih bingung dari mana anggaran untuk kerja tim ini. 

"Rencana Kamis (21/7) ini, tim akan turun ke Kecamatan Lingga Bayu untuk melakukan sosialisasi terkait pemulihan lingkungan ini. Tapi, ini yang membuat saya bingung, dari mana anggaran untuk kegiatan kita itu, saya sendiri juga belum tau," jelas Sahnan. 

Menurut Sahnan, anggaran kegiatan Tim Pemulihan ini tidak ada tercantum dalam APBD serta dalam P-APBD tahun anggaran 2022 ini. Sehingga Sahnan menjelaskan hingga kini dirinya dan tim bergerak hanya menggunakan anggaran pribadinya. 

Menurut penuturannya, beberapa kegiatan memang sudah dilaksanakan oleh tim pemulihan lingkungan ini. Walaupun kegiatan-kegiatan itu, hanya rapat-rapat kecil. 

"Semalam juga saya baru saja melakukan rapat dengan OPD yang berkaitan. Karena tim ini terdiri dari lintas OPD jadi waktunya memang kita perlu sesuaikan dengan utusan-utusan OPD tersebut," jelas Sahnan. 

Sahnan juga menegaskan pembentukan tim pemulihan lingkungan ini sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Madina Nomor 900/0694/K/2022, dimana dalam surat keputusan itu, tim ini akan bekerja untuk mensosialisasikan dan berusaha memperbaiki lingkungan yang telah tercemar akibat banyaknya penambangan emas tanpa izin di kawasan kabupaten Madina. 

"Untuk awal ini kita masih berusaha mensosialisasikan dan mendata terlebih dahulu. Kedepannya kita akan berusaha untuk menggandeng para penambang tanpa izin agar lebih memperhatikan lingkungan," tegasnya. 

Dia juga menjelaskan berdasarkan informasi dari para Camat dan Kepala desa, saat ini dikawasan mereka sudah tidak ada lagi penambang yang menggunakan alat berat. Namun penggunaan mesin dompeng masih tetap banyak. 

"Untuk alat berat memang sudah tidak ada lagi. Tapi kalau dompeng masih ada beberapa penambang yang menggunakan itu. Kita memang tidak mau bersikap terlalu keras, kita akan koordinir mereka nantinya," tegasnya. (Reza)

Share:
Komentar

Berita Terkini