Tahun 2024 Target Hanya 6% Balita di Madina Alami Stunting

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com-Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan kabupaten dengam tingkat stunting tertinggi di Propinsi Sumatera Utara. Berdasarkan data persentase stunting di Kabupaten Madina diangka 47.7%. Hal ini pun beberapa kali telah dibantah oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Madina, Adnan Harahap, beberapa waktu lalu.

Menurut Adnan, berdasarkan data di lapangan sebenarnya persentase stunting di Kabupaten Madina hanya 8%. Dia juga mengatakan, angka 8% ini berdasarkan beberapa variabel dan lintas dinas. Karena itu, menurut Adnan, tim penanganan stunting Madina telah menargetkan penurunan tingkat stunting menjadi 6% di tahun 2024. 

"Sebagai Koordinator penanganan stunting, kita sudah menargetkan di tahun 2024 jadi 6%. Sudah ada beberapa langkah yang kita lakukan. Salah satunya memperbaiki sanitasi seperti intruksi Ibu Nawal Lubis, ketika berkunjung ke Madina beberapa waktu lalu," jelasnya ketika ditemui di kantornya, Senin (25/7).

Adnan juga menjelaskan, dalam penanganan stunting ini sudah ada 5 langkah dari 8 langkah yang akan dilakukan. Beberapa langkah yang sudah dilaksanakan memang merupakan pekerjaan lintas dinas yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di luar Dinas PPKB. 

"Semua OPD sebenarnya harus terlibat. Misalnya saja, masalah gizi dan makanan tambahan untuk balita. Itu merupakan program kerja dari Dinas Ketahanan Pangan. Kemudian perihal pendataan di lapangan, seperti di Puskesmas, itu tugas dari Dinas Kesehatan. Jadi kita memang sering melakukan koordinasi lintas OPD," tegasnya. 

Dengan progres yang sudah berjalan ini, Adnan berharap target 6% di tahun 2024 dapat tercapai. Sehingga, dia berharap tidak ada lagi balita-balita yang mengalami stunting di Madina. Dalam mencapai target ini, Adnan juga mengatakan diperlukan peran aktif dari masyarakat untuk mengetahui tentang stunting. 

"Masyarakat juga harus aktif. Ibu-ibu hamil harus selalu memeriksakan kondisi kandunganya. Agar bisa dikontrol apakah janin mereka mengalami stunting," ungkapnya. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini