Sidang Pengeroyokan, Saksi Akui Disuruh Arjun dan Bantah Korban Meminta Uang

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com-Sidang kasus pemukulan wartawan Mandailing Natal (Madina) Jefrry Barata Lubis terus bergulir di Pengadilan Negeri Kabupaten Madina, Selasa (12/7/2022)  Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi yaitu, Alhasan Nasution, Zainal Simbolon, dan dr Ratna Yulianti. 

Dalam kesaksiannya, Alhasan Nasution menceritakan kronologi pertemuannya dengan korban Jeffry Barata Lubis. Ia mengaku disuruh Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Madina, Akhmad Arjun Nasution untuk menyelesaikan permasalahan pemberitaan soal kasus tambang emas ilegal yang sering diberitakan korban beserta temannya. Bahkan dengan tegas saksi menjelaskan bahwa korban tak pernah meminta uang ataupun menyebut angka untuk solusi masalah tersebut. 

"Pada Jumat pagi saya ditelpon terdakwa Awaluddin untuk ketemu dengan ketua Arjun. Kami ketemu di kampung sedikit lintas timur, di situ saya dengan terdakwa Awaluddin ketemu sama ketua Arjun. Ketua Arjun menanyakan saya apakah kenal dan bisa komunikasi dengan korban Jefrry, saya bilang, saya kenal dengan korban dan bisa komunikasi. Lalu ketua Arjun suruh saya menghubungi dan menemuinya, karena kata ketua itu sudah ada pembicaraan sebelumnya dengan Bode Tanjung, tapi karena Bode sakit, ketua Arjun meminta saya yang melanjutkan komunikasi dengan korban, untuk mengamankan dan menyelesaikan soal pemberitaan tambang," jelas  Alhasan di depan Majelis Hakim.

Saat di rumah kampung sedikit itu, Alhasan menyebut ia langsung menghubungi korban Jeffry Barata Lubis, dan sempat memberikan hand phonenya kepada Ahmad Arjun bicara dengan korban Jeffry Barata Lubis. Saat itu, Arjun mengatakan kepada Jeffry Barata agar Alhasan saja yang menemuinya.

"Dan saat menelpon itu, saya meminta ketemu dengan korban usai salat jumat. Lalu, setelah jumat, saya dan terdakwa Awaluddin berangkat menuju Lia Garden, dari Lia Garden saya memberitahu korban kalau kami sudah di Lia Garden, berselang 10 menit korban datang," katanya lagi

Di Lia Garden, saksi Alhasan mengaku hanya dia dan terdakwa Awaluddin yang berada di situ. Hal ini disampaikan Alhasan menjawab pertanyaan majelis hakim, apakah Akhmad Arjun ada di lokasi pertemuan di Lia Garden. Namun saksi menjelaskan Arjun tidak ada di Lia Garden. 

Dalam pertemuan di Lia Garden itu, Alhasan menjelaskan bahwa pertemuannya dengan korban untuk membahas pemberitaan tambang emas Arjun. Bahkan saksi juga mengatakan korban tidak pernah menyebut angka ataupun meminta sejumlah uang untuk memberhentikan pemberitaan terkait tambang Arjun. 

"Kami di situ bicara soal bagaimana solusi supaya pemberitaan soal kasus tambang emas ketua Arjun dihentikan, kami di situ tidak ada menyebutkan angka, termasuk korban, tidak ada meminta uang atau menyebut angka, cuma korban bilang kalau mereka ada tim yang memberitakan kasus itu, jumlahnya 9 orang. Namun pertemuan siang itu tak membuahkan hasil Yang Mulia," jelas Saksi. 

Karena tak ada hasil dari pertemuan selesai Dzuhur itu, saksi dan terdakwa melaporkan kepada Arjun. Namun hingga menjelang ashar, saksi maupun terdakwa tak mendapatkan solusi apapun dari Arjun. Bahkan, peristiwa pemukulan korban, Jeffry Barata Lubis pun diketahui saksi dari terdakwa langsung sekitar pukul 20.40 WIB. 

"Sekitar pukul 20.40 Wib, saya menerima telpon dari terdakwa Awaluddin. Dia sampaikan bahwa dia telah memukul korban dan akan kabur keluar Panyabungan, Yang Mulia," jelas Alhasan menjawab pertanyaan Hakim darimana dia mengetahui peristiwa pemukulan Korban. 

Setelah itu, dia juga menerima pemberitahuan untuk berkumpul di Kampung Sedikit. Menurut Alhasan, awalnya semua anggota Pemuda Pancasila diminta untuk berkumpul di Kantor Sekretariat Pemuda Pancasila. 

"Awalnya semua anggota Pemuda Pancasila disuruh kumpul di Kantor PP (Pemuda Pancasila.red) Tapi tidak berapa lama kami disuruh kumpul di kampung sedikit. Disitu juga saya tahu, Kapolres menelpon Ketua Arjun untuk menyerahkan empat orang terdakwa itu, sebelum Kasatreskrim datang menjemput salah satu anggota kami yang diduga ikut," jelas Alhasan. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini