Sidang Penganiayaan Wartawan, JPU Bingung Mengapa Ada Perdamaian Usai Terdakwa Ditangkap

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com-Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang Penganiayaan Wartawan media Topmetronews.com, Jeffry Barata Lubis  merasa bingung dengan saksi yang dihadirkan oleh Kuasa Hukum terdakwa pelaku penganiayaan. Hal ini disampaikan oleh JPU, Riamor Bangun kepada dailysatu melalui sambungan telepon, Sabtu (16/7). Bahkan yang membuat JPU tambah bingung, proses perdamaian ini dilakukan usai para terdakwa diamankan oleh pihak Kepolisian. 

Menurut Riamor, Kuasa Hukum terdakwa diberikan kesempatan untuk menghadirkan saksi-saksi yang bisa meringankan para terdakwa. Namun, tampaknya saksi-saksi yang dihadirkan bukan meringankan dan hanya berkutat dalam masalah perdamaian. 

"Dalam sidang saya sampaikan kepada Majelis Hakim, bahwa saya bingung karena saksi yang seyogyanya meringankan, tapi ini malahan saksi berkutat untuk masalah perdamaian. Dalam unsur pidana, memang perdamaian bisa dilakukan hanya saja, jika sudah masuk dalam proses hukum perdamaian itu jadi alternatif lain," jelas Riamor melalui sambungan telepon. 

Riamor juga menegaskan bahwa dia pun mempertanyakan apa yang menjadi dasar keluarga terdakwa untuk melakukan perdamaian. Apakah para terdakwa ini melakukan kesalahan sehingga keluarga terdakwa terkesan memaksa korban untuk berdamai.

"Saya juga bertanya dengan saksi Abdul Wahab, apa dasar keluarga untuk berdamai. Apa rupanya yang dilakukan oleh para terdakwa. Dan jelas saksi menyampaikan bahwa para terdakwa melakukan pemukulan terhadap korban. Jika kita analisa, pemukulan terhadap korban ini sudah memenuhi unsur pidana, dan buat apa ingin berdamai," tegasnya.(Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini