Sadis... Paman dan Temannya Tegah Cabuli Keponakan Masih Balita

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com- Seorang paman seharusnya menjadi pelindung bagi keponakannya bukan malah menjadi predator, hal ini lah yang dilakukan oleh Aldo Pratama Alias Edo (25) sedangkan Muhammad Isa alias Isak (26) keduanya warga Kecamatan Hamparan Perak, Kab. Deli Serdang tegah mencabuli keponakan yang masi balita berinisial NW (4).

Hal itu terungkap dari saat press relis yang digelar Satreskrim Polres Pelabuhan Balawan, Rabu (13/7/2022)

“Kedua tersangka kita tangkap atas laporan ayah korban NW, yang mana anaknya telah menjadi korban pencabulan kedua tersangka,"ucap Waka Polres Kompol Sutarman didampingi Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Ipda Rostati Sihombing.

Dijelaskan, aksi pencabulan itu terjadi, Kamis (7/7/2022) Pukul 03.30 WIB dini hari. Saat itu korban dan ayah korban Feriyadi Lubis (43), tidur dirumah kakak kandung ibu korban bersama dengan kedua pelaku, sedangkan ibu kandung korban Watin pergi bersama pacarnya.

“Esok harinya korban demam dan pada saat buang air kecil merintih kesakitan, lalu kakak korban (Amelia) melihat kondisi kemaluan korban dan langsung menjerit karena banyak keluar darah, selanjutnya ayah korban menghubungi kepala lingkungan dan membawa korban ke Puskesmas, “jelas Kompol Sutarman.

Sambung Waka Polres Pelabuhan Belawan itu, awalnya pada Selasa (12/7/2022) pihak Polsek Hamparan Perak menghubungi unit PPA Polres Pelabuhan Belawan bahwa ada kasus persetubuhan terhadap anak dan korban sedang opname di Puskesmas Hamparan Perak.

“Saat pemeriksaan terhadap korban ditemukan bekas sulut rokok di tubuh korban, karena kondisi korban yang menghawatirkan korban dirujuk ke RSU dikawasan Lubuk Pakam, kedua pelaku langsung diamankan petugas dan salah palaku bernama Aldo alias Edo terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur karena  melawan petugas saat akan diamankan, “pungkasnya.

Kedua tersangka saat ini ditahan di Polres Belawan menunggu proses hukum lebih lanjut.

"Para pelaku kita jerat dengan pasal 82 ayat (1) undang undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjai pasal 290 ke 2e dengan ancaman penjara 15 tahun,"tandasnya.(Her)


Share:
Komentar

Berita Terkini