Menghadiri Pembukaan KTT W20, Irwasda Mewakili Kapoldasu Di Tepian Danau Toba

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Women20 (W20) Summit, resmi dibuka bertempat di Lapangan Bagas Natio Hotel Niagara Parapat Kabupaten Simalungun, tepian Danau Toba, Selasa (18/7/2022) 

Dalam Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Women20 (W20) Summit tampak hadir Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Drs Armiah Fahmi, MH., sebagai perwakilan dari Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si., yang berhalangan hadir.

Dalam KTT W20 ini, hadir pula Sandiaga Salahuddin Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bintang Puspayoga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Manoj Kumar Bharti Duta Besar India, Ask?n Asan Duta Besar Turki dan Martine Marandel Presiden International Council of Women.

Selain itu, hadir juga Giwo Rubianto Wiyogo Ketua Umum Kowani, Devi Pandjaitan Penasihat Yayasan Del yang juga istri dari Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dan Edy Rahmayadi Gubernur Sumatera Utara serta delegasi dari 15 negara undangan.

Dalam sembutannya Chair W20 Indonesia Handriani Uli Silalahi berharap para pemimpin G20 akan mengadopsi komunike atau rekomendasi dari W20 guna mengatasi kesenjangan gender dan memberdayakan perempuan serta penyandang disabilitas, terutama di wilayah pedesaan.

Hal itu diungkapkannya saat pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) atau Women20 (W20) Summit, di Hotel Niagara, tepian Danau Toba, Selasa (18/7/2022). Forum ini merupakan salah satu rangkaian Engagement Group G20 Indonesia Presidency 2022.

“Pandemi Covid-19 semakin memperparah akses perempuan terhadap pekerjaan. Jika merujuk data ILO, di tingkat global, diperkirakan ada 5 persen perempuan yang mengalami kehilangan pekerjaan pada 2020, dibandingkan dengan 3,9 persen untuk laki-laki,” ujar Uli, Selasa (19/7/2022).

Lebih lanjut, kata Uli, KTT W20 yang sedang diselenggarakan tersebut harus membuat perubahan positif bagi situasi dan kondisi perempuan. Uli mengatakan sudah saatnya W20 menjadi platform yang harus bisa mengubah pola pikir pemimpin G20 untuk memperhatikan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.

“Pertama, dengan mempromosikan kesetaraan, keamanan, dan kesejahteraan perempuan. Di setiap negara di dunia, perempuan menghadapi diskriminasi berbasis gender, kesenjangan pekerjaan, dan risiko kekerasan dalam kehidupan pribadi dan publik. Ini adalah kemunduran yang harus segera ditangani,” ujar dia.

Kedua, G20 diharapkan untuk memprioritaskan peningkatan jumlah perempuan pada UMKM, dengan kepemilikan perempuan sebesar 38,6 persen UMKM di negara maju dan 31,7 persen UMKM di negara dengan ekonomi menengah ke bawah.

Ketiga, G20 perlu mendorong respons kesehatan yang berkeadilan gender dengan memastikan layanan kesehatan yang terjangkau dan dapat diakses perempuan dan anak perempuan.

Keempat, G20 harus memperhatikan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan di pedesaan, yang memainkan peran penting di bidang pertanian, ketahanan pangan dan gizi, pengelolaan lahan dan sumber daya alam, serta usaha pedesaan.

Uli juga mendorong pemimpin G20 untuk mendorong pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas. Realita saat ini, para perempuan penyandang disabilitas secara sistematis terpinggirkan, sehingga menghalangi mereka untuk berpartisipasi secara setara dalam masyarakat.

Senada dengan Uli, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan secara global, 54 persen dari semua pekerja di bidang pariwisata adalah perempuan. Di Indonesia, tambah Sandi angkanya sedikit lebih tinggi yaitu 55 persen.

“Ini memperlihatkan perempuan seringkali menjadi tulang punggung pariwisata dan ekonomi kreatif, pilar kesejahteraan masyarakat serta penjaga warisan budaya kita. Sederhananya, tanpa perempuan, kita tidak akan dapat memulihkan ekonomi. Mendukung perempuan untuk berdaya dan mengeluarkan potensi penuhnya adalah kepentingan kita semua,” jelas Sandi.

Bagi Sandi, pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif tercermin dalam perluasan peluang usaha, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan UKM, dengan perempuan berada di garda depan.

Sementara itu, Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan pemberdayaan dan perlindungan perempuan sangat penting nilainya bagi perekonomian serta masa depan generasi muda Indonesia.

“Perempuan yang diberdayakan secara ekonomi, membawa efek positif yang sangat luar biasa, mulai dari mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, memberikan mereka nutrisi, kesehatan dan ini akan berpengaruh besar pada pola pikir generasi muda kita,” kata Bintang.

Bintang berharap, KTT W20 ini dapat mempertajam pemahaman dan memperkuat komitmen kita dalam memberdayakan perempuan untuk membuat perubahan positif demi cita-cita mencapai dunia yang inklusif, yang kita semua perjuangkan.

Sebagai informasi, KTT W20 yang berlangsung 19-21 Juli 2022 ini dihadiri 41 delegasi dari 15 negara dan berfokus membahas topik kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, terutama perempuan marjinal yang berada di pedesaan dan penyandang disabilitas.

Isu-isu yang dibahas tersebut terkait erat dengan bahasan di Working Group maupun Engagement Group di seluruh Presidensi G20. Selanjutnya, rekomendasi atau komunike dari W20 akan dibawa di KTT G20 yang rencananya digelar pada 15-16 November 2022.(ES)

Share:
Komentar

Berita Terkini