Hakim Tegur Saksi Yang Berikan Keterangan Berbelit

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com- Sidang dugaan pembunuhan dengan dua  terdakwa yakni Jefry alias Konyak dan Muskazar alias Kajar warga Dusun II Desa bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Berdagai berlangsung tegang. Pasalnya dalam sidang yang beragendakan mendengarkan keterangan dari saksi Isnaini (ibu korban), NA (adik korban) dan Sutirah alias Wak Isu (tetangga korban), Sutirah alias wak Isu dalam memberikan keterangan beberapa kali mendapat teguran dari Majelis Hakim, Senin (18/7/2022).


Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Khamozaro Waruwu, SH, MH dan dua Hakim anggota Firza Andriansyah, SH, MH dan Tiares Sirait, SH, MH tampak beberapa kali saksi Wak Isu memberikan keterangan yang berubah-ubah. 


"Bukan sinetron ini," tegur Majelis Hakim. 


Dihadapan Majelis Hakim saksi Wak Isu juga mengatakan ketika ia terbangun jam 12 malam dan membuat susu untuk cucunya, dirinya menegaskan bahwa ia melihat Kajar di rumah. Sementara ia tidak ada melihat Konyak didalam rumah. 


Selain itu saksi juga sebutkan pada saat malam itu ia ada melihat seseorang duduk didepan rumah, dan jarak orang yang duduk tersebut dengan sendal berjarak sekitar satu setengah meter. Dan ketika saksi buka gorden jam 5 wib dirinya masih melihat orang yang duduk tersebut. Namun ia katakan dia tak melihat jelas orang yang duduk tersebut. 


"Malam hari itu Pak, didepan rumah nampak sendal itu, jarak satu setengah meter antara orang yang duduk dengan sendal. Terus saya kebangun lagi jam 12 buat susu untuk cucu saya, si Kajar ada di rumah. Sementara si Konyak saya gak nampak. Dan jam 5 saya bangun dan buka gorden dan masih ada orang duduk, dan waktu jam 6 wib itu gak ada lagi orang yang duduk. Si Rifin anak lajang saya baru pulang dari laut jam setengah 5, dia pulang saya buka pintu. Setelah jam 7 wib si Rifin pergi dan jam 8 wib si Kajar pulang bawa apam balek (martabak). Jam 8 wib saya ke rumah Fitriani," ucap saksi.


Setelah mendengar keterangan saksi, terdakwa Kajar yang ditanya oleh Majelis Hakim langsung membantah, dan mengatakan bahwa ia tidak ada melakukan pembunuhan terhadap korban. Dan terdakwa juga mengatakan bahwa sandalnya dipakai oleh terdakwa Konyak.


"Saya tidak tahu apa-apa Pak," tutur terdakwa Kajar dengan nada lemah.


Sementara diluar sidang Riady, SH dan timnya Johan Sihotang, SH dan Tri Handayani, SH mengatakan bahwa keterangan saksi Wak Isu dipersidangan berbelit-belit karena jawabannya bertele-tele.


"Tadi saat ditanya Majelis Hakim, saksi Wak Isu melihat Kajar pukul 5 menjelang adzan subuh ia melihatnya, nah setelah diberikan keterangan itu dibantahnya lagi. Dan dibilangnya dia melihat sekitar jam 4 dan terus dia tak melihatnya lagi. Dan sekitar jam 8 Wak Isu melihat si Kajar pulang membawa apam balek (martabak)," jelas Riady.


Sementara keterangan saksi ketiga inisial NA yang masih dibawah umur kata Riady bahwa NA mengatakan sekitar jam 7 pagi melihat Muzkazar membawa martabak dan saksi NA sempat menikmati martabak. 


"Sekitar jam 7 pagi melihat Muzkazar membawa martabak dan saksi NA sempat menikmati martabak. Dan saksi melihat Muzkazar dan Rifin, dan ia melihat Muzkazar dan Rifin dari rumah Wak Isu pergi bersama-sama ke Gabion Belawan, orang itu mau melaut," ungkap Riady sembari katakan pada saat malam kejadian tersebut kliennya sedang tidur di rumah Wak Isu.


Tak hanya itu Riady juga menegaskan bahwa kliennya membantah keterangan saksi dipersidangan mengenai sandal yang ditemukan di rumah korban.


"Tadi klien kami juga membantah keterangan saksi, klien kami katakan bahwa sandalnya dipakai oleh terdakwa Konyak. Dan itu sudah diakui oleh terdakwa Konyak. Makanya tadi klien kami membantah bahwa dia tidak ada melakukan pembunuhan seperti yang dituduhkan," tegas Riady sembari menyebutkan pihaknya akan menghadirkan saksi yang melihat terdakwa Konyak berjalan kearah gang rumah korban.


Mengutip dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Christian Sinulingga, SH, MH menyebutkan, berawal pada hari Rabu tanggal 15 Desember 2021 sekira pukul 20.30 WIB terdakwa bersama dengan Jefri (terdakwa dalam penuntutan terpisah) yang baru selesai melaut kemudian pergi ke lokasi Bagan Tambahan untuk membeli dan mengkonsumsi shabu-shabu. Selanjutnya sekira pukul 23.00 WIB terdakwa bersama dengan Konyak pergi dan ngopi diteras rumah saksi Sutirah alias wak Isu. Saat di teras terdakwa mengatakan kepada Konyak “ada duit kau?” lalu Konyak menjawab “gak ada, duit kau kan ada” lalu terdakwa menjawab “mana ada” lalu Konyak “yaudah kalo gak ada duit, tidur ajalah kita”. 


Kemudian terdakwa melarang Konyak dan berkata “ ngapai tidur, cari duit saja kita dirumah sebelah (rumah Sahfitriyani). Kemudian Konyak berkata “nanti  bahaya” dan terdakwa menjawab “Tidak..” dan tidak berapa lama sekira pukul 00.00 WIB Konyak keluar untuk membeli rokok dan meninggalkan terdakwa dirumah saksi wak Isu.

Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 16 Desember 2021 sekira pukul  04.00 WIB, Konyak pulang kerumah saksi Wak Isu dan mengobrol dengan terdakwa. Terdakwa kemudian mengajak Konyak mencuri di rumah korban Sahfitriyani.


Terdakwa bersama-sama dengan Konyak kemudian pergi ke rumah korban. Setiba dirumah korban, terdakwa menyuruh Konyak untuk masuk terlebih dahulu dengan cara memanjat jendela samping rumah yang langsung masuk ke ruang tamu rumah korban, selanjutnya Konyak membuka pintu dari dalam sehingga terdakwa dapat masuk melalui pintu depan. 


Setibanya didalam rumah korban terdakwa mengajak Konyak untuk membunuh korban dikarenakan takut korban bangun dan ketahuan korban. Namun ada selang waktu sekitar 4 menit terdakwa bersama dengan Konyak diam dan kemudian masuk kedalam kamar korban.


Pada saat terdakwa bersama Konyak masuk ke dalam kamar korban, posisi korban tidur menyamping kekanan dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Selanjutnya tanpa basa-basi langsung mencekik leher korban dengan kedua tangannya dan terdakwa memegang kedua tangan korban agar korban tidak dapat meronta. Konyak mencekik leher korban selama 20 menit dan terdakwa kemudian membuka selimut korban dan melihat lidah korban sudah keluar. Konyak menghentikan cekikan nya dan langsung mengambil kalung emas yang ada dileher dan 1 pasang kerabu emas yang ada ditelinga korban. Selain itu Konyak juga mengambil handphone android merk XIAOMI RED MI Note 5 warna Silver milik korban.


Selanjutnya dikarena terdenga suara gonggongan anjing kearah rumah korban, terdakwa merasa takut dan berkata kepada Konyak “aku pulang ya”. Terdakwa kemudian pergi meninggalkan Konyak dan korban didalam kamar melalui pintu depan rumah korban menuju rumah Wak Isu.(ds/sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini