Dinilai Kinerja Tak Becus, Aktivis Minta Bupati Asahan Copot Dirut PDAM TSP

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com-Air berlumpur dan keruh yang mengalir ke rumah masyarakat beberapa hari belakangan ini sangat meresahkan warga di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara.


Kondisi itu membuat warga mengeluhkan pelayanan air bersih yang selama ini dialiri dari Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Silau Piasa (PDAM TSP).


Bukan hanya keruh dan berlumpur, matinya aliran air dan debit air yang kecil pun menjadi 'santapan' pagi warga kisaran. Hal itu membuat kegiatan Mandi Cuci Kakus (MCK), memasak dan minum pun terganggu.


Atas hal itu, sejumlah aktivis di Kisaran pun angkat bicara terkait bobroknya pelayanan yang ditunjukkan oleh PDAM TSP.


Ketua Gerakan Pemuda Mahasiswa Suara Rakyat (Garda Masura) Kabupaten Asahan,Adi Chandra Pranata SH meminta dan mendesak Bupati Asahan, untuk mencopot Direktur PDAM Tirta Silau Piasa, Rusfin Arif dari jabatannya.


Pasalnya, Dirut PDAM TSP dinilai tidak becus bekerja untuk melayani pendistribusian air bersih kepada masyarakat Asahan.


" Kalau tidak bisa bekerja dan tidak mampu mendistribusikan air bersih pada masyarakat Asahan. Sebaiknya copot saja Dirut PDAM Tirta Silau Piasa. Ganti dengan yang lebih baik lagi," tegas Adi Candra Pranata pada wartawan, Selasa (26/7) di Kisaran.


Senada,Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat  Barisan Rakyat Anti Korupsi (LSM Bara Api) Kabupaten Asahan, Adha Khairudin juga meminta Bupati Asahan, H.Surya BSc untuk segera mencopot Dirut PDAM Tirta Silau Piasa Kisaran dari jabatannya.


Pasalnya, Dirut PDAM Tirta Silau Piasa Kisaran dinilai gagal dan tidak becus berkerja untuk memberikan pelayanan air bersih kerumah warga Kisaran.


"Padahal Dana Hibah APBD Asahan ke perusahaan Badan Umum Milik Daerah (BUMD) itu besar lah. Tapi kenapa PDAM tidak bisa memberikan pelayanan pendistribusian air yang terbaik pada masyarakat. Kalau begitu memang Dirut tidak becus bekerja. Bagus segera saja dicopot dari jabatannya," tegas Adha pada  wartawan,Selasa (26/7) di Kisaran.


Sebelumnya,sejumlah masyarakat Kota Kisaran resah dengan pelayanan air bersih milik PDAM Tirta Silau Piasa. Pasalnya,sejak seminggu ini air bersih milik Badan Umum Milik Daerah (BUMD) Pemkab Asahan, mengeluarkan air berlumpur dan bededak.


Mirisnya,air kotor yang masuk kerumah warga yang tidak bisa digunakan itu, hidupnya hanya siang saja. Sedangkan dipagi hari tidak hidup.


Direktur PDAM Tirta Silau Piasa Asahan, Rusfin Arif dikonfirmasi wartawan,Senin (25/7) melalui saluran aplikasi WhatsAppnya kemarin, memberikan klarifikasi perihal air kotor yang terlanjur masuk ke sambungan pipa hingga mengalir ke rumah warga itu.


"Ini disebabkan terjadinya diujung pipa PDAM sehingga kotoran lumpur tersorong sampai ke rumah pelanggan," ujarnya.


Harusnya, tambah Rusfin, kiriman air kotor ini tak harus sampai ke rumah warga jika petugas membuka saluran pembuangan kotoran yang ada di pipa.


"Seharusnya PDAM Inten membuka WO (wash out) pembuangan sehingga kotoran yang ada di pipa ini tidak sampai ke rumah pelanggan, kami mohon maaf atas ketidak nyamanan ini," ungkapnya kemarin.(ds/Hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini