Bupati Simalungun Minta PTPN IV Membuat Kajian Yang Melibatkan Masyarakat

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, Selasa (5/7/2022) menerima audiensi dengan Pihak PTPN IV, terkait pembahasan polemik rencana penanaman sawit di HGU PTPN IV Unit Kebun Teh, di Rumah Dinas Wakil Bupati Simalungun, Jalan Suri-Suri, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Pihak PTPN IV yakni GM Distrik 3 Agus Tobing menerangkan bahwa PTPN IV tidak ada melakukan konversi di lahan 257 Hektare. PTPN IV sangat mencintai tanaman teh. Kegiatan yang saat ini berlangsung hanya untuk optimalisasi aset, yang selama ini terlantar.

Pihak PTPN IV juga menganggap, polemik yang terjadi di masyarakat hanya mis komunikasi, karena selama ini masyarakat sudah takut atas dampak yang terjadi di PTPN IV Kebun Unit Marjandi.

“Tidak mengkonversi teh, ini hanya mengoptimalisasi aset yang sudah terlantar bertahun-tahun,” ucap Agus Tobing di hadapan Bupati.

Dijelaskan Tobing, bahwa ada informasi yang simpang siur, intinya PTPN IV sangat cinta dengan teh, 3.500 Ha tanaman teh yang ada saat ini akan dipertahankan, dan ini juga ikon Pemkab Simalungun.

“Kami berkomitmen dan berjanji, optimalisasi aset ini tidak akan merusak lingkungan dan banjir. Kami sudah mengandeng konsultan, dari desain blok dan ideologi, kami terjun juga supaya optimalisasi aset ini tidak berdampak merugikan masyarakat,” ujar Manager Distrik 3 ini.

Sementara itu, dalam audensi yang berlangsung, Pangulu Nagori Bahalgajah, Kecamatan Sidamanik Torkis Siburian membatah apa yang dikatakan pihak PTPN IV soal optimalisasi aset dan mengatakan bahwa yang saat ini dilakukan oleh PTPN IV adalah konversi. 

“Kata bapak optimalisasi, tapi bagi kami ini konversi, ini sangat berdampak buruk bagi kami masyarakat yang akan terdampak,” ujar Torkis yang selanjutnya diaminkan oleh Pangulu Nagori Tigabolon Marisno Saragi Sitio.

Lebih tegas dikatakan Torkis bahwa Nagori Bahalgajah sangat bardampak atas tanaman sawit, yang saat ini ada di PTPN IV Unit Kebun Bah Birung Ulu, yang berdampingan dengan 257 Ha lahan yang akan dikonversi oleh PTPN IV Unit Kebun Teh yang berada di Kebun Bah Butong.

“Kita sudah merasakan dampaknya, kita kekeringan ketika kemarau, kebanjiran ketika hujan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Simalungun menegaskan, bahwa kegiatan yang saat ini berlangsung di Kebun Teh Sidamanik harus memiliki kajian-kajian yang konkrit.

Bupati meminta agar pihak PTPN IV membuat sebuah kajian yang melibatkan konsultan, ahli dan masyarakat setempat. “Tentu ini semua harus ada kajiannya, tidak sulit membuat kajian, libatkan konsultan dan masyarakat,” tegas Bupati.

Sementara itu, secara terpisah, Manager PTPN IV Unit Kebun Teh Hwin Dwi Putra, ketika ditanyai wartawan soal pemberhetian operasional alat berat di lahan yang akan dikonversi karena belum memiliki kajian, Hwin malah memberikan jawaban yang terkesan mengelak.

“Kita akan melakukan evaluasi-evaluasi di lapangan terkait operasional yang saat ini berjalan di lahan 257 Hektar,” ujar Hwin seperti mengelak. (ES)

Share:
Komentar

Berita Terkini