13 Guru Bantu di Rohul Ngaku Ditipu Kordinator, ini modusnya

Editor: romi syah author photo
Ilustrasi


dailysatu.com- 13 Guru Bantu Provinsi (GBP) yang ditugaskan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) merasa ditipu oleh sesama rekannya bernama SA yang bertugas di SDN 004 Rambah.


Hal itu lantaran uang yang dipergunakan untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dititipkan kepada SA justru tidak pernah dibayarkan oleh SA.


Walhasil, sejak Oktober 2020, salah seorang Guru Bantu yang mengaku tertipu yakni Nurmalasari tertunggak iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan miliknya.


Kepada wartawan,  Rabu  27 Juli 2022 Nurmalasari mengaku bahwa dirinya dan ke-12 rekan lainnya menitipkan uang setiap bulannya sebesar Rp.100 ribu kepada SA untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan.


"Kenapa dititipkan kepada SA, karena penyetoran iuran BPJS ketenagakerjaan harus dilakukan secara kolektif, "sebutnya.


Kemudian, awak media pun mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan yang terletak di Jalan Tuanku Tambusai, Pasir Pangaraian.


Dari informasi yang dihimpun dari petugas di kantor itu, bahwa atas nama Nurmalasari memang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan program Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan (JKK)dan Jaminan Hari Tua (JHT).


Dari data yang ada, adapun gaji yang dilaporkan adalah sebesar Rp.1,6 Juta.


"Dengan preminya yakni 6,24% dari gaji yang dilaporkan yakni sebesar Rp 100 ribu. Namun, sejak 10 Oktober 2020 lalu iuran a/n Nurmalasari menunggak,"sebutnya singkat.


Terpisah, Kepala Disdikpora Rohul, Margono saat dikomfirmasi awak media menyampaikan terimakasih atas laporan itu kepadanya.


Margono berjanji untuk segera melakukan pemanggilan kepada SA yang disebut-sebut yang koordinir pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan terhadap ke-13 GBP tersebut.


"Iya, nanti akan kita panggil segera.Jika memang nanti hasil klarifikasi dirinya tidak membayarkan iuran itu, kita akan minta dia membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan itu,"tutupnya.


Data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul, dari 328 GBP yang ada, 14 GBP membayar premi BPJS Ketenagakerjaan secara pribadi yakni, Nurmalasari, Sukmawati Nasution, Khairus Sakdiah, Rini Astri, Neni Femillya, Syafri Antoni.


Kemudian, Arviati, Sakunul Muttaqin LC, Abdul Kholid, Adventi, Santika Marlina, Mariah Harahap, Resna Ritonga serta Dewi Yuliwarti.


Berdasarkan keterangan Staf Keuangan di Disdikpora Rohul bernama Joko Wahana menyebutkan terkait soal GBP yang ikut BPJS Ketenagakerjaan saat ini berjumlah 314 orang.


Dimana, soal iuran berdasarkan kesepakatan bersama yakni sebesar Rp. 16ribu setiap bulan per orang.


Iuran itu, kata Joko, langsung dipotong dari GBP setiap bulan pada saat pencairan honor dari provinsi dengan gaji per orang GBP yakni sebesar Rp.2 juta.


"Soal iuran itu sudah sesuai kesepakatan bersama dan hampir seluruhnya GBP masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya disetorkan oleh Disdikpora Rohul, sebesar Rp.16 ribu,"jelasnya.


Ditanya soal adanya kutipan Rp. 100 ribu yang dibayarkan oleh 13 GBP kepada SA, Joko menyebut tidak mengetahuinya.


"Kalau itu saya tidak tahu ya pak.Karena itu diluar dari yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaannya melalui kami,"tandasnya.

(ds/tim)









Share:
Komentar

Berita Terkini