Wujudkan MMT Butuh Kolaborasi Dan Bangun Nasionalisme

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com - Sebagai upaya mempercepat terwujudnya program Medan Medical Tourism (MMT), Pemko Medan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Sumatera Utara (USU), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumut, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Sumut dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut di Heritage City Hall Medan, Kamis (2/6).


Penandatanganan MoU atau Nota Kesepahaman dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Dikatakannya, selain dalam rangka menyehatkan masyarakat Sumut, terutama Kota Medan, penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kembali rasa kebanggaan atas Kota Medan terhadap seluruh fasilitas maupun kemudahan yang ada di dalamnya.


Menantu Presiden Joko Widodo ini selanjutnya mengungkapkan, guna mewujudkan MMT tentunya dibutuhkan kolaborasi dan kerjasama dari USU, Asita Sumut, Persi Sumut dan PHRI Sumut. Sebab, masyarakat lebih cenderung berobat ke luar negeri, terutama negeri jiran tetangga Malaysia. Untuk menyikapi hal itu, kata Bobby, tentunya dibutuhkan bagaimana membangun rasa nasionalisme.


"Nasionalisme yang ingin kita bangun ini  bagaimana memperbaiki apa yang kita pegang dan miliki. Artinya, peran-peran dari asosiasi-asosiasi yang hadir saat ini perlu sama-sama kita perkuat kembali sehingga dapat menjadi wadah, tidak hanya sebagai wadah berkumpul profesinya tapi dapat menjadi jembatan bagi dunia usaha dan pemerintah sehingga MMT dapat terwujud. Sebab, MMT erat kaitannya dengan kolaborasi guna memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.


Selain berkolaborasi, kata Bobby, mewujudkan MMT juga dibutuhkan saling keterbukaan, termasuk mengungkapkan apa yang menjadi kendala guna dicarikan solusi mengatasinya bersama. Bobby Kembali mengingatkan, tujuan program MMT tidak hanya menyehatkan saja, tapi juga harus dilihat dari sisi pelaku dunia usahanya. Dengan demikian, imbuhnya, semakin banyak warga yang berobat dan sadar akan kesehatan.


"Yang pasti Pemko Medan sudah mencoba untuk meningkatkan pergerakan ekonomi di Kota Medan dari kota perdagangan dengan coba membuka beberapa potensi yang ada lainnya. Tentunya ini membutuhkan peran semua sehingga dapat terwujud,” paparnya.


Sebelumnya, Ketua Persi Sumut dr Syaiful M Sitompul mengaku sangat senang dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan. Sebab, program MMT mulai terwujud. Sebab, jelasnya, keinginan mewujudkan MMT sudah diungkapkan Wali Kota Medan pada 6 Desember 2021.


 Kemudian keinginan Bobby Nasution itu imbuhnya, dilanjutkan dengan penandatanganan dengan tujuh rumah sakit yakni RSUP H Adam Malik, RSUD Dr Pirngadi, RS Putri Hijau, RS Murni Teguh, RS Siloam, RS Columbia Asia dan RS Royal Prima dengan tujuh biro perjalanan pemandu wisata.


“Hari ini dilanjutkan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemko Medan dengan USU, Persi Sumut, Asita Sumut dan PHRI Sumut. Di samping itu kami sedang berproses dan mendatangi tiga rumah sakit yaitu RS Murni Teguh, RS Putri Hijau dan RSUP H Adam Malik. Kemudian menyusul mendatangi RS Siloam, RSUD Pirngadi Medan, RS Columbia Asia dan RS Royal Prima. Masing-masing rumah sakit tentunya punya keunggulan-keunggulannya masing-masing, makanya kami akan melihat keunggulan tersebut,” jelas Sitompul.


Setelah selesai, kata Sitompul, kemudian akan dikirim ke Dinas Kesehatan. Selanjutnya, bilang Sitompul, Kementerian Kesehatan akan datang untuk melakukan verifikasi. “Mudah-mudahan ketujuh rumah sakit ini dapat berpartisipasi untuk mewujudkan program MMT seperti yang diinginkan Bapak Wali Kota,” harapnya.


Sedangkan Ketua Asita Sumut Solahuddin Nasution SE MSP sangat mengapresiasi Wali Kota Medan atas terobosan yang dilakukan, mulai dari Medan The Kitchen of Asia, revitalisasi Kawasan Kota Lama Kesawan serta Beranda Kreatif Kota Medan yakni pagelaran kesenian kebudayaan yang secara rutin digelar di Balai Kota Medan.


“Sekarang Pak Wali menghadirkan program MMT. Saya kira ini pantas untuk diapresiasi, sebab Kota Medan tidak memiliki destinasi wisata alam yang dapat diandalkan seperti pantai yang indah, laut maupun alam pegunungan yang memiliki udara segar. Untunglah pemimpin kita Wali Kota Medan memiliki ide-ide yang brilian dan gagasan besar untuk mengembangkan Kota Medan sebagai perdagangan dan pariwisata,” papar Solahuddin.(rel)

Share:
Komentar

Berita Terkini