Terkait Pengeroyokan Wartawan, Terungkap Ada Upaya Pembungkaman Wartawan dan Media

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com- Sidang kedua kasus pengeroyokan wartawan di Mandailing Coffe, Madina kembali di gelar di Pengadilan Negeri Madina, Rabu, (08/06/2022). 


Dalam persidangan kedua ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. Bahkan dalam persidangan ini juga terungkap berupa fakta-fakta yang berbeda. 


Adapun salah satu fakta yang terungkap dalam persidangan yaitu, adanya upaya pembungkaman wartawan atau media, dalam melakukan kegiatan meliput atau mencari berita. Hal ini seperti pertanyaan Hakim Ketua, Arief Yudiarto, SH, MH kepada saksi korban, Jeffry Batara Lubis. 


"Apakah benar terdakwa ada menawarkan pemberian uang kepada saksi korban. Hal ini terlampir dalam berita acara pemeriksaan saksi korban seperti yang kami baca dari penyidik,"tanya Hakim. 


Saksi korban, Jeffry Batara Lubis, menjelaskan dalam persidangan bahwa ajakan pertemuan saksi korban dengan terdakwa dikarenakan keinginan terdakwa untuk menghentikan pemberitaan yang selalu diberitakan oleh saksi korban.


"Saya ditelpon untuk membicarakan solusi. Yang menelpon saya atas nama Al-Hasan. Kebetulan memang saya juga kenal dan menyimpan nomor kontak Alhasan. Dalam pembicaraan itu, Alhasan menyambungkan saya langsung dengan ketua OKP, Arjun dan meminta saya untuk bertemu dengan Alhasan dan Awaluddin," jelas Saksi korban. 


Saksi korban juga menjelaskan secara terperinci, sebelum terjadinya pemukulan pada Jumat (04/03/2022) malam, telah terjadi pertemuan di Pujasera Lee Garden, sekira pukul 14.00 WIB. 

"Telpon pertama sekitar pukul 10.30 wib, pakai nomor Alhasan. Disitulah saya berbicara denganArjun. Kemudian, sekitar pukul 14.00 wib, di depan rekan-rekan wartawan lain ketika makan siang habis sholat jum'at, saya kembali menerima telpon dari Alhasan. Dan meminta saya untuk bertemu di Pujasera Lea Garden," jelas Saksi korban. 


Dalam pertemuan di Pujasera Lee Garden, saksi korban mengatakan terdakwa bersama Alhasan meminta dan menawarkan bagaimana solusi agar saksi korban menghentikan pemberitaan terhadap Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) dengan tersangka Akhmad Arjun Nasution.


"Mereka mengajak saya bertemu dan menawarkan solusi. Hanya saja, saya kembali mempertanyakan solusi apa yang mereka tawarkan agar di diskusikan kembali dengan rekan yang lain. Karena pemberitaan terkait PETI itu, bukan hanya saya sendiri. Tetapi kami ada tim,"ungkapnya. 


Hingga akhirnya, dalam sidang tersebut saksi korban menyatakan, dalam pertemuan siang itu tidak ada dapat solusi berujung pada, terjadinya pertemuan lanjutan malam harinya.

Saat pertemuan siang di Lea Garden itu, dalam sidang terungkap bahwa Alhasan sempat memfoto saksi korban diam-diam. Sehingga sempat membuat saksi korban tersinggung dan mengambil hp milik Alhasan lalu menghapus foto tersebut.


Dalam pertemuan di Pujasera Lee Garden, saksi korban mengatakan terdakwa bersama Alhasan menawarkan solusi agar saksi korban menghentikan pemberitaan terhadap Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) dengan tersangka Akhmad Arjun Nasution.

Sidang pemeriksaan saksi ini pun terpaksa ditunda hingga Selasa (21/06/2022). Dalam sidang lanjutan nanti, akan dihadirkan saksi-saksi tambahan. (Reza)

Share:
Komentar

Berita Terkini