Terkait Pengeroyokan Wartawan, AAN Dihadirkan Sebagai Saksi, dan Akui Menerima Laporan Usai Memukul

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com-Akhmad Arjun Nasution dihadirkan sebagai saksi dalam kasus pengeroyokan wartawan Topmetronews.com, Jeffry Barata Lubis, di Lopo Mandailing Coffe Pidoli. Akhmad Arjun merupakan terdakwa dalam kasus Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang saat ini juga ditahan di Lapas kelas II B Panyabungan. Bahkan dalam kesaksiannya, AAN mengakui terdakwa AL dan M melaporkan kepada AAN setelah mereka melakukan aksi pemukulan terhadap korban. 

Dalam sidang ketiga yang berlangsung di Pengadilan Negeri Madina ini, hakim beberapa kali mempertanyakan kepada saksi AAN untuk menggali ada tidaknya keterlibatan AAN dalam tindak pidana ini. AAN pun tampak beberapa kali gugup menjawab pertanyaan Hakim dan kerap berulang kali merubah jawabannya. 

"Ketika malam itu di cafe wapres, Awaluddin dan Marzuki datang menyampaikan kepada saya bahwa mereka sudah memukul Jeffry. Saya langsung menyuruh mereka untuk ke kantor MPC PP dan menemui saudara Sekjen," jelas AAN di hadapan hakim, Selasa (21/6). 

Selain itu, AAN juga menjelaskan pagi sebelum terjadinya pemukulan, Jumat (4/3), terdakwa AL dan Alhasan sempat bertemu dengannya di rumah adiknya di Hutasiantar. Dalam pertemuan itu, terdakwa AL dan Alhasan melaporkan bahwa korban kerap memberitakan penambangan ilegal yang selama ini AAN lakukan. 

"Bagi saya sebenarnya tidak ada masalah Yang Mulia. Hanya saja saya heran mengapa saya saja yang diberitakan. Padahal di Madina ini cukup banyak penambang ilegal. Tapi saya juga tidak ada memerintahkan Awaluddin dan Alhasan untuk menemui saudara Jeffry,"ungkap AAN. 

AAN bahkan tak membantah ketika hakim menanyakan komunikasi yang dia lakukan dengan korban melalui telepon seluler Alhasan. Dia juga mengakui, dia juga hadir dan melihat pertemuan antara terdakwa AL dan korban yang dilakukan Pujasera Lee Garden, sekitar pukul 14.00 wib. 

"Benar Yang Mulia. Saya hadir di Lee Garden siang itu. Tapi memang saya tidak bergabung dengan mereka. Saya hanya ingin memastikan apakah pertemuan itu terlaksana," tegasnya.

Mendengar jawaban dari saksi AAN ini, hakim kembali bertanya ingin mempertegas kebenaran atas pernyataannya. Namun karena merasa terpojokkan, saksi AAN menyampaikan dan menjawab semua pertanyaan Hakim dan Jaksa Penuntut Umum, (JPU) dengan jawaban lupa. 

"Semua apa yang saya sampaikan dalam BAP adalah benar apa adanya. Kalau sekarang saya lupa Yang Mulia. Saya juga tidak pernah dipaksa membuat BAP tersebut,"tegasnya.

 Apa yang disampaikan oleh Saksi AAN inipun tidak dibantah oleh terdakwa AL dan ketiga terdakwa lainnya. Bahkan AL menyatakan apa yang disampaikan oleh saksi AAN ini benar dan tidak ada kesalahan lainnya. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini