Soal Bau Limbah PKS PT KSM, Masyarakat Teluk Aur Surati KLHK Pusat

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com- Masyarakat Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Rokan Hulu, Riau akan surati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah sawit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Karya Samo Mas (KSM).


Rencana itu, karena masyarakat menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohul dinilai tidak mampu bekerja menyelesaikan keluhan dari masyarakat.


Hasil diskusi dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau akan mengadvokasi persoalan pencemaran lingkungan dari limbah sawit milik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT.Karya Samo Mas (KSM) yang terletak di Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Rokan Hulu (Rohul).


Koordinator Media dan Penegakan Hukum WALHI Riau, Ahlul Fadli kepada dailysatu.com, Senin 6 Juni 2022 menyebut akan siap mendampingi masyarakat teluk aur hingga ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta.



Bahkan, bilang Ahlul, Walhi juga akan mendampingi laporan masyarakat Teluk Aur ke ranah hukum dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) Riau.


"Karena, ini udah ada unsur pidananya, makanya kita akan melakukan kajian mendalam terhadap pencemaran itu.Dukungan kronologis dari mulai pencemaran, dokumentasi yang telah dilengkapi akan menjadi bahan untuk membuat laporan ke pihak kepolisian,"katanya.


Menurutnya, soal pencemaran lingkungan ini, pihaknya berjanji akan mengawal kasus pencemaran baik itu terkait matinya ribuan ikan di desa Teluk Aur hingga bau busuk limbah sawit yang disebabkan oleh keberadaan PT KSM.


"Prinsipnya kita Walhi Riau bersama masyarakat di Teluk Aur akan berjuang bersama agar persoalan pencemaran lingkungan ini segera teratasi,"tutupnya.


Senada,Ketua Umum HMI Cabang Rohul, Wikki Yuliandra menyebutkan pihaknya akan terus menindaklanjuti persoalan pencemaran limbah oleh PT KSM.


"Karena memang kita yang mengawal permasalahan ini.Jadi, kita udah berkordinasi dengan Walhi Riau untuk menyampaikan hasil temuan ini ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta,"tandasnya.


Sebelumnya, ratusan masyarakat di dua desa yakni Teluk Aur dan Sungai Kuning mengeluhkan bau busuk yang disebabkan limbah sawit PT KSM.


Dimana, sejak beroperasionalnya PT KSM, dua bulan terakhir masyarakat harus menghirup bau busuk limbah sawit yang dirasakan masyarakat dari pagi hingga malam.


Atas keberatan itu, ninik mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda di dua desa tersebut sempat membuat petisi tolak keberadaan PT KSM dan meminta Pemkab Rohul untuk mencabut izin operasional PT KSM.


Namun, akibat adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah aparat desa di dua desa tersebut kepada masyarakat, berujung batalnya rencana aksi unjukrasa ke DPRD Rohul pada Selasa 31 Mei 2022 lalu. (ds/ali/tim)




Catatan : redaksi dailysatu.com, mengganti judul dan beberapa isi dalam berita.Atas kesalahan redaksi, kami meminta maaf.

Share:
Komentar

Berita Terkini