SMP Negeri 2 Juhar Diduga Pungli Siswa Untuk Uang SKHUN Rp 100 ribu, Bupati Karo : Saya akan sampaikan ke Kadisnya!

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com-  Para orangtua siswa di SMP Negeri 2 Juhar, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo mengaku dipungut biaya alias pungutan liar (pungli) saat hendak mengambil Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN).


Modus pungutan liar dengan berdalih himbauan dari oknum Bendahara/Tata usaha sekolah menghimbau agar menyiapkan uang sebesar Rp.100 ribu saat siswa ingin mengambil Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU).


Hal itu dikeluhkan salah seorang orangtua siswa inisial JRK kepada wartawan, kemarin.


"Ya,kami (orangtua-red) diharuskan bayar uang Rp.100 ribu untuk ambil SKHUN, "katanya.


Terkait persoalan itu,  awak media pun melakukan klarifikasi ke SMP Negeri 2 Juhar Rabu (21/06)  lalu. Namun gagal bertemu dengan kepala sekolah SMP Negeri 2 Juhar karena kepala sekolah sedang tidak berada di tempat.


"Begitu juga bendahara/Tata usaha sekolah sedang melayat ke desa suka babo," ujar seorang guru yang mengaku  membidangi Kesiswaan SMP negeri 2 Juhar Sastra Perangin - angin.


Awak media sempat juga bincang bincang dengan bidang kesiswaan Sastra Perangin - angin prihal dugaan pungli di SMP negeri 2 Juhar.


Dia  menyatakan semenjak covid 19 tidak ada lagi surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo tentang larangan melakukan pungutan kepada siswa dalam bentuk apapun ujar Sastra Perangin - angin.


Setelah gagal bertemu dengan kepala sekolah Dasmaria beru Ginting, Mpd, awak media melakukan klarifikasi via WhatsApp namun tidak di tanggapi oleh kepala sekolah.


Dihubungi terpisah  Bupati Karo Cory S Sebayang mengaku kaget mendapat informasi ada sekolah yang melakukan dugaan pungli. 


Karena saat awak media menyampaikan informasi melalui aplikasi WhatsApp perihal adanya dugaan pungli yang di lakukan sekolah dan langsung di balas dengan kalimat "apa benar dek" dan langsung menanggapi serta menyampaikan terima kasih atas  informasinya ya dan saya akan langsung sampaikan  ke kadisnya ujar Cory S Sebayang. (brama)

Share:
Komentar

Berita Terkini