Sidang PETI, Kepala Desa Akui Bahwa AAN Penambang Emas di Desa Ampung Padang.

Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com- Sidang lanjutan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) dengan terdakwa Akhmad Arjun Nasution (AAN) menghadirkan saksi kepala desa Ampung Padang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Dalam kesaksiannya, Kepala Desa, Mahdi Batubara membenarkan bahwa terdakwa merupakan penambang emas di desa yang dipimpinnya. 

Saksi juga menjelaskan AAN mengelola tambang di desanya.. Bahkan menurut saksi, AAN tidak pernah meminta izin kepadanya untuk melakukan penambangan di wilayah desanya. 

"Benar, seingat saya memang saudara Arjun mengelola tambang di desa saya. Namun setahu saya lahan yang dikelola saudara Arjun ini milik Syafrin Lubis yang juga warga desa saya," ungkap Saksi di depan Hakim. 

Saksi juga menjelaskan, sepengetahuannya terdakwa juga menyewa alat berat untuk melakukan penambangan. Kepala desa yang menjabat sejak tahun 2017 ini juga menegaskan jarak lokasi tambang yang dikelola oleh terdakwa hanya berjarak sekitar 20 meter. 

"Secara jelasnya saya tidak tahu berapa jaraknya. Hanya saja, menurut saya jaraknya sekitar 20 meter dari pinggir sungai. Dan saudara Arjun menurut cerita warga saya bahwa dia memang menyewa alat berat untuk menambang," tegasnya. 

Selain mendengarkan kesaksian dari Kepala desa Ampung Padang, Jaksa Penuntut Umum juga membacakan kesaksian dari operator alat berat yang ikut diamankan oleh Polisi ketika melakukan penertiban tambang emas tanpa izin di Kecamatan Batang Natal. 

Operator alat berat, Adam Muri, yang tidak bisa hadir dan kesaksiannya dibacakan melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Mapolda Sumut ini menjelaskan bahwa dirinya diajak dan dibayar secara persentase dengan terdakwa. Namun, karena operator alat berat tersebut baru bekerja beberapa hari sehingga dirinya belum menerima pembayaran, karena lokasi tambang yang dikerjakannya telah ditertibkan oleh Kepolisian. 

"Awalnya saya diajak teman saya untuk bekerja di tambang milik saudara Arjun. Saya diajak oleh teman saya bernama Jack. Upah yang saya dapat sebesar lima persen perminggu dari hasil yang saya dapat," jelas JPU membacakan BAP Adam Muri. 

Setelah mendengar kesaksian para saksi, hakim pun menanyakan apakah terdakwa keberatan atau ada sanggahan atas pernyataan saksi. Namun tersangka merasa tidak ada keberatan, hanya saja terdakwa menjelaskan bahwa dirinya tidak memberikan sewa lahan. 

"Saya tidak sewa lahan dengan Safrin Yang Mulia. Sistem yang kami sepakati adalah sistem bagi hasil dari emas yang saya dapat di lahan miliknya. Setelah emas itu dijual, sesuai dengan harga emas di pasar, hasilnya 25% untuk pemilik lahan," jelas terdakwa. 

Ketika hakim mendengarkan pernyataan terdakwa, hakim pun menunda sidang kasus PETI hingga Kamis (7/7) depan. Adapun agenda sidang Kamis depan akan mendengarkan saksi Ahli yang akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntu Umum. 

Menurut rencana, JPU akan menghadirkan saksi ahli dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Alam Wilayah VI Sumbagut dan dari Dinas Perizinan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara.(Reza)

Share:
Komentar

Berita Terkini