Seorang Ayah Tiri di Taput Tega Hamili Anak Tirinya Masih dibawah Umur Hingga Melahirkan

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com - Seorang Ayah tiri di Kabupaten Tapanuli Utara, tega mencabuli anak tirinya berulang kali hingga hamil dan melahirkan.


Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ronal FC Sipayung, didampingi Kasat Reskrim AKP Kristo Tamba, bersama Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, memaparkan tersangka AS (35) telah diringkus petugas atas dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak tirinya, inisial AZP (14) yang dilakukan berulang kali.


AKBP Ronald Sipayung menjelaskan kronologis kejadian, pada bulan Mei 2021, pukul 14.00 Wib, di salah satu kamar milik mertua pelaku di Taput. Saat itu, pelaku menyuruh korban untuk menggosok punggungnya. Kemudian menarik korban ke salah satu kamar di dalam rumah mertua pelaku, memaksa korban untuk melakukan persetubuhan. 


Setelah  melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kemudian mengancam korban untuk tidak memberitahukan perbuatannya kepada siapapun.


Ancaman yang dialami korban  memuluskan aksi bejat Tersangka, hingga mengulangi perbuatannya pada hari Minggu di bulan Juni 2021, sekira pukul 10.00 WIB, saat istri dan mertua pelaku sedang pergi ibadah kebaktian Minggu. Kemudian pelaku kembali melakukan persetubuhan lagi di tempat yang sama satu jam kemudian.


Selanjutnya, pada Desember 2021, ibu korban melihat putrinya mual-mual, lalu membawanya berobat ke rumah sakit untuk diperiksa. Setelah diperiksa dokter, ternyata korban telah hamil 7 bulan.


Ibu korban lalu menanyai putrinya tentang siapa yang menghamilinya. Namun karena takut akan ancaman ayah tirinya, korban hanya terdiam hingga pasrah diungsikan orantuanya untuk tinggal di kos-kosan di wilayah Balige, Kabupaten Toba.


Saat diungsikan ke wilayah Kabupaten Toba, tersangka AS berpura-pura baik dan mengantarkan uang Rp 200 ribu setiap minggunya untuk kebutuhan korban di tempat  kosnya. 


Bahkan disitu tersangka juga memaksa korban untuk bersetubuh. Tindakan kekerasan seksual yang dialami korban berlanjut diawal bulan Januari 2022, sekira pukul 13.00 Wib di kos-kosan korban.


AKBP Ronald Sipayung melanjutkan, pada akhir Januari 2022, sekira pukul 13.00 Wib, awal Februari 2022, sekira pukul 13.00 WIB, serta pada Minggu 27 Februari 2022, sekira pukul 11.00 WIB, di kos-kosan korban di Balige, Kabupaten Toba, tersangka juga tega malampiaskan nafsu bejatnya.


Saat itu korban sudah mulai merasa mulas pertanda akan melahirkan. namun korban dipaksa meladeni nafsu ayah tirinya. Hingga akhirnya menghubungi tersangka untuk dijemput karena sudah mengalami pecah ketuban.


Lalu tersangka datang dan membawa  korban ke RSUD Tarutung. Namun dalam perjalanan, korban telah melahirkan dan mendapatkan bantuan seorang bidan untuk memotong tali pusar bayinya.


Pada 27 Mei 2022, sekira pukul 15.00 Wib, korban meninggalkan rumah orang tuanya dengan hanya membawa pakaian yang melekat di badannya.


Pada 28 Mei 2022, korban yang berhasil menghubungi ayah kandungnya melalui bantuan seorang warga, dijemput ayah kandungnya dan membawanya. 


Di depan Ayah kandung, korban juga mengaku pernah disetubuhi secara paksa oleh pelaku sebanyak dua kali di dalam mobil Toyota Yaris yang selalu dikendarai pelaku.


Tersangka AS dinilai melanggar pasal 76d jo pasal 81 ayat 1,2,3 UU nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.


"Sesuai UU Perlindungan Anak, pelaku terancam pidana penjara maksimal 15 tahun, dan kemungkinan akan ditambah sepertiga dari total hukuman atas perannya selaku orangtua yang seharusnya mengayomi korban," imbuh Arist Merdeka.


AKBP Ronald Sipayung bersama Arist Merdeka, mengimbau agar seluruh pihak berperan aktif dalam melindungi anak dari tindak kekerasan seksual sebagaimana yang telah dialami oleh korban AZP. (ds/Bisnur Sitompul)

Share:
Komentar

Berita Terkini