Sejak Buka,Irian Super Market Kisaran Kerap Timbulkan Masalah

Editor: romi syah author photo
Nanda Erlangga, Aktivis Mahasiswa Asahan


dailysatu.com- Sejak dibukanya Irian Super Market di Jalan Imam Bonjol Kisaran, kerap mempunyai masalah dan menjadi biang permasalahan.

Pasalnya,selain menjadi biang kemacetan lalu lintas yang ada di Kota Kisaran, Irian Market kerap menimbulkan masalah sosial di Asahan.


Dimana bangunan gedung Irian Market yang telah melanggar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 1 Tahun 2012 dan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Asahan nomor 14 tahun 2011.


Selain itu, bangunan gedung Irian Market tidak memiliki pintu keluar masuk pengunjung yang berlain arah. Namun, memiliki satu pintu keluar masuk. Sehingga kerap menimbulkan kemacetan Jalan setiap harinya.


Dari informasi dan hasil pantauan wartawan, sejak dibukanya Irian Market sejumlah permasalahan pernah dilakukan pihak Management Irian Super Market Kisaran.


Adapun permasalahan tersebut seperti, penjualan minuman beralkohol, penjualan makanan berupa mie instan yang dinilai tidak ada memiliki Izin dari BPOM RI, gaji karyawan tidak sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten dan tidak terdaftarnya para pekerja di BPJS Ketenagakerjaan.

Makanan Yang Dijual Irian Super Market Produk Luar Tidak Ada Label Halal dan BPOM RI nya


Terkait permasalahan gaji karyawan dan BPJS Ketenagakerjaan, pihak CV Ritelindo sebagai Perusahaan tempat bernaungnya Irian Super Market Kisaran tidak hadir saat dilakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) yang dilaksanakan DPRD Asahan, dipimpin Ketua Komisi B Juliamin SE dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2020 lalu.


Tak beda jauh dengan persoalan itu, penyelesaian terkait penjualan makanan tanpa label BPOM Kisaran yang sempat disidangkan oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Asahan, juga tidak diketahui akhir penyelesaiannya, hingga saat ini.


Terpisah, Nanda Erlangga salah seorang masyarakat yang melakukan demonstrasi ke Irian Market Kisaran,mengaku akan melakukan aksi demonstrasi kembali didepan Irian Market dengan memasang tenda untuk aksi menginap.


"Tuntutan kami pada pihak Irian Market. Hanya meminta agar sepadan dekat jalan segera dibongkar. Kalau tidak kami akan melakukan aksi nginap depan Irian Market," tegas Nanda Erlangga pada wartawan,Minggu (12/6).

OK. Moch Rasyid anggota BPSK


Sementara,OK Mohammad Rasyid SE salah seorang anggota BPSK Asahan ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (12/7) sekira pukul 19:30 Wib, mengaku sudah menyidangkan pihak Irian Market sebagai pengelola yang menjual makanan kemasan produk luar tanpa BPOM dan label halal dengan penggugat Zahir Gufron Siregar.


" Ya,pihak Management Irian Market dulu pernah kami sidangkan terkait menjual produk makanan tak ada label halal dan tidak ada hasil BPOM RI Namun hasilnya,pihak Irian Market kami perintahkan saat itu, agar bersedia mengganti rugi kepada pelapor saat itu," ujar OK Moh Rasyid.


Sedangkan Iman, Manager Irian Super Market Kisaran saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (12/6) melalui nomor Whatsappnya, tidak membalas  konfirmasi yang dikirim awak koran ini.(hendri)

Share:
Komentar

Berita Terkini