Saksi : Darwin Sembiring Perintahkan Agar Tidak Gantirugi Diluar Izin Lokasi

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com - Sidang lanjutan dua terdakwa yakni Dr Heriati Chaidir dan Darwin Sembiring yang digelar di ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan beragendakan mendengarkan keterangan dari saksi Kabag Keuangan, Zahri Fadli yang sebelumnya Saksi Satuan pengawas Internal (SPI) dan Ali Mukhti, Senin (20/6/2022).


Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Sulhanuddin, SH, MH sempat berlangsung panas. Pasalnya nama Riswan Efendi disebut-sebut sebagai Koordinator lapangan ganti rugi bagian identifikasi.


Hal tersebut diungkapkan oleh saksi Ali Mukhti setelah ditanya oleh Dr OK Isnainul SH MH, M.Sa'i Rangkuti SH MH dan Datuk Zulfikar SH selaku penasehat hukum Darwin Sembiring.


"Pak Darwin perintahkan, jangan dibayarkan ganti rugi diluar izin lokasi. Kalau ada yang diganti rugi diluar izin lokasi itu kesalahan bagian lapangan pak," kata saksi Ali Mukhti sembari katakan pada saat itu yang menjabat sebagai koordinator lapangan yakni Riswan Efendi.


Mendengar keterangan saksi Majelis Hakim langsung mempertegas terkait keterangannya. 


Dr. OK Isnainul selaku penasehat hukum Darwin Sembiring langsung meminta kepada Majelis Hakim untuk memerintahkan Jaksa agar menghadirkan Riswan Efendi ke persidangan.


Mendengar permintaan dari penasehat hukum, Jaksa langsung mengatakan bahwa Riswan Efendi sudah tidak bisa dihubungi. Dan menyarankan agar penasehat hukum untuk menghadirkan Riswan Efendi.


Sebelumnya saksi Zahri Fadli ketika ditanya oleh OK Isnainul, saksi menjawab semua ada laporan, dokumen lengkap dari setiap tahapan, hingga akhirnya ada pencairan dan di transfer ke rekening kebun.


"Metode pembayaran, ada yang diambil, ada yang diantar oleh KTU dan Kasir, dan tidak ada manager memegang duit. Dan kasir langsung melalui juru bayar ke masyarakat. Kwitansi telah disiapkan bagian administrasi. Soal surat dari Dinas Kehutanan, saksi mengetahui pas ketemu tapi apa isinya saksi tidak tahu. Proses ganti rugi, tanaman, semua terealisasi baik di Simpang Koje maupun Kampung Baru. Dan tidak pernah ada kerugian, kebun di dua lokasi menghasilkan," katanya.


Dipersidangan tersebut saksi juga menjawab pertanyaan Datuk Zulfikar SH ada study kelayakan di kampung baru.


"Kampung baru dan Simpang adalah merupakan aset PT. PSU. Soal ganti rugi, kalau ada dokumen yang kurang bisa dilengkapi kembali sesuai SOP. Di Kampung baru, tanpa persetujuan apakah panitia bisa melakukan ganti rugi, tidak bisa harus ada persetujuan. Pada saat proses pembayaran ganti rugi ada tim dari direksi kantor pusat turun langsung melakukan peninjauan proses pembayaran. Saya sendiri pernah," tegasnya.


Nah ketika tanya oleh Majelis Hakim terkait keterangan saksi, terdakwa Heriati nyatakan keberatan.


"Pedoman pembayaran gantirugi sesuai tapal batas peta izin lokasi, keberatan soal ada surat dinas Kehutanan soal izin lokasi," ungkapnya.


Sementara diluar sidang Dr. OK Isnainul menegaskan, keterangan saksi Ali Mukhti banyak membuka yang selama ini tentang izin lokasi dan memunculkan nama baru yang harus bertanggungjawab yakni saudara Riswan Efendi. 


"Karena mengenai izin lokasi itu dia yang punya kerja sehingga terbayar diluar izin lokasi, sementara dari klien kita berkali-kali dalam rapat memerintahkan jangan dibayarkan diluar izin lokasi. Kami meminta agar Riswan Efendi dihadirkan dipersidangan, karena keterangan dia ada di BAP Jaksa. Dan kemudian pada saat sekarang mau dihadirkan jadi saksi Jaksa selalu menolak untuk menghadirkan, nah ini terkesan ada upaya semacam melindulingi pelaku juga. Keterkaitan perkara itu kuat dengan beliau, jadi harus dihadirkan kepersidangan," tegas Dr. OK Isnainul.(ds/sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini