Ridwan Rangkuti Tantang LSM dan Aktivis Anti Korupsi Bongkar Pungli DD di Madina

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com-Pungutan liar atau Pungli Dana Desa di Kabupaten Mandailing Natal sangat meresahkan. Terkait polemik ini sudah cukup banyak kepala desa yang mengeluhkan hal ini. Bahkan karena tak tahu lagi harus mengadu kepada siapa mereka pun akhirnya memilih bungkam. 

Melihat hal ini, Praktisi Hukum, Ridwan Rangkuti sangat miris. Menurutnya dana desa yang merupakan program kerja Presiden Joko Widodo ini sebenarnya sangat baik. Khususnya untuk pembangunan desa dan menjadikan desa mandiri dalam mengelola anggaran dan pendapatan di desa sendiri. Namun, akibat terlalu banyaknya pungli dan potongan terhadap dana desa ini, masyarakat desa yang dikepalai oleh Kepala desa menjadi sengsara. 

"Saya tantang dan desak rekan-rekan pengurus LSM, penggiat anti korupsi agar mengumpulkan data dan informasi terkait penyalahgunaan DD. Dan membuat laporan resmi ke komisi pemberantasan korupsi (KPK.red),  ini tidak bisa kita biarkan berlama lama dan berlanjut. Harus ada upaya kita untuk menghentikan langkah-langkah para oknum pejabat yang bermental korup," tegas Ridwan Rangkuti kepada dailysatu, melalui WhatsApp Kamis (16/6). 

Ridwan menjelaskan pungli dana desa ini mulai dari kegiatan BIMTEK, titipan kegiatan-kegiatan, serta mark up anggaran. Dengan alasan yang diduga berasal dari oknum Pejabat Pemerintah daerah dan LSM tertentu. Tujuan dari ini semua disinyalir untuk memperkaya diri sendiri dan orang yang melakukan kegiatan, yang terkadang para Kepdes tidak mampu menolaknya, sehingga terjadi dugaan tipidkor secara bersama-sama atau berjamaah.

Dia juga mengatakan, jika Pemkab Madina dan APH terus membiarkannya, maka akan terjadi penyalahgunaan DD secara berlanjut yang berakibat tidak tercapainya tujuan dan sasaran penggunaan DD tersebut. Oleh karena itu, dia berharap agar Bupati Madina bersikap tegas dan keras dalam menghadapi dan menyikapi maraknya penyalahgunaan DD ini dengan membuat suatu keputusan larangan penggunaan DD yang sifatnya DD tersebut bukan untuk kepentingan pembangunan fisik di Desa.

"seperti anggaran untuk BIMTEK dan sejenisnya di luar Madina, itu harus dilarang dengan tegas. Kutipan kutipan liar dalam rangka pembuatan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Desa oleh oknum pejabat kecamatan, dan kutipan liar lainnya yang bukan untuk keperluan desa harus dihentikan".tegas Ketua Peradi Tabagsel tersebut

Berdasarkan data dailysatu, potongan Dana Desa masih saja terus terjadi. Polemik dana Rp 1.700.000,- yang dikutip oleh para Staff kecamatan dari Kepala desa dengan dalih uang pengamanan Bimbingan Teknis (Bimtek) tampaknya terus berlanjut. Baru-baru ini dailysatu mendapatkan informasi para kepala desa diminta untuk membuat surat pernyataan bahwa dana tersebut tidak pernah diserahkan atau diminta oleh staff kecamatan. 

Informasi yang didapat dari beberapa kepala desa yang enggan disebutkan namanya ini menjelaskan sekitar beberapa hari yang lalu, ada orang yang mengaku staff kecamatan menginformasikan agar Kepala desa membuat surat pernyataan tersebut. 

"Ada beberapa hari yang lalu, saya diminta untuk membuat surat pernyataan itu. Isinya kami disuruh untuk tidak mengakui bahwa uang untuk pengamanan di Polda Sumut kemarin tidak ada kami serahkan," jelas salah satu kepala desa melalui sambungan telepon, Kamis ( 16/06/2022). 

Namun hingga dikonfirmasi, kepala desa tersebut belum juga membuat surat pernyataan tersebut. Kepala desa tersebut enggan memberikan surat pernyataan itu dikarenakan dana sebesar Rp 1.700.000,- tersebut memang telah diserahkannya dan dipotong dari dana desanya. 

"Bagaimana surat itu saya buat. Sedangkan dananya sudah saya serahkan. Ini akan berbalik ke saya, daripada saya yang kena. Lebih baik tidak saya buat," tegasnya. 

Perihal dana desa ini juga sudah didengar oleh Bupati Madina, Jakfhar Sukhairi Nasution. Berdasarkan informasi dari beberapa rekan wartawan, Bupati telah meminta kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desan (PMD) untuk mengembalikan dana sebesar Rp 1.700.000,- yang pernah dikutip.(Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini