Narkoba di Lapas, Kalapas Kelas II B Panyabungan Bantah

Editor: romi syah author photo
Ilustrasi


dailysatu.com- Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Panyabungan dilanda isu tak sedap. Rekan-rekan media di Kabupaten Madina mendengar isu adanya peredaran narkoba di Lapas tersebut. Isu ini bukan hanya isapan jempol semata, beberapa keluarga Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) mengeluhkan hal ini. 

DR (37) contohnya, wanita yang saat ini suaminya berada di Lapas kelas II B Panyabungan mengeluhkan hal ini. DR bercerita, suaminya dalam seminggu beberapa kali meminta kiriman uang. Bahkan suaminya jujur karena di Lapas beredar barang haram yang membuat suaminya ini akhirnya mendekam di penjara. 

"Seminggu bisa sampai satu hingga dua juta suami saya minta kiriman bang. Saya juga hanya berdagang di Pasar. Ketika saya tanya untuk apa biaya sebanyak itu, suami saya bilang untuk kebutuhan beli barang haram itu bang. Namanya suami mau tak mau lah saya cari," jelas DR kepada wartawan beberapa waktu lalu. 

Mendapatkan isu itu, wartawan berusaha mengkonfirmasi kebenaran hal ini kepada Kalapas Kelas II B Panyabungan, Mustafa Kamaluddin Simamora. Namun ketika di konfirmasi, Kalapas membantah akan adanya isu tersebut.

"Terima kasih atas infonya. Saya tidak akan membiarkannya. Akan saya tindak tegas jika memang saya petugas dan WBP yang bermain," tulis Kalapas melalui WhatsApps pribadinya, Senin (13/06/2022). 

Mustafa juga menjelaskan saat ini Lapas selalu melakukan razia kepada seluruh WBP. Razia yang dilakukan Lapas juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mandailing Natal. 

"Kita terus melakukan razia secara rutin. Razia ini juga kita lakukan bersama dengan BNN serta Aparat Penegak Hukum lainnya," tegasnya. 

Namun sayangnya Kalapas tidak menjelaskan kapan terakhir dilakukan razia. Bahkan, ketika ditanya apakah razia yang dilakukan secara periodik, Kalapas tidak menjawab WhatsApp, dan hanya membacanya saja. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini