Kepala Desa di Madina Keluhkan Banyaknya Titipan Oknum

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com- Dana Desa di Kabupaten Mandailing Natal tampaknya menjadi ajang untuk mencari uang beberapa oknum. Hal ini terbukti dari banyaknya keluhan para kepala desa. Salah satu yang saat ini berkembang terkait pengadaan gambar tokoh-tokoh sejarah di Mandailing Natal. 


Beberapa oknum kepala desa cukup kesusahan dengan banyaknya titipan dari oknum-oknum tersebut. Salah seorang Kepala desa di Kecamatan Panyabungan misalnya. Kades ini mengeluhkan anggaran desa yang harus mereka keluarkan untuk titipan itu akan berakibat terganggunya kegiatan dan program kerja yang sudah disepakati dalam musyawarah desa. 


"Titipan tahun ini sudah mengkhawatirkan. Pusing bagaimana mengakomodirnya. Banyak program-program yang telah kami sepakati di musyawarah desa terpaksa dibatalkan. Mau tak mau harus diganti dalam APBDes Perubahan nanti," ucap Kepala desa yang enggan disebutkan namanya ini. 


Dia mencontohkan beredarnya tiga foto pahlawan yang merupakan tokoh Madina ini salah satunya. Menurutnya, harga yang beragam membuatnya tambah pusing dan bingung. Selain itu harganya juga bisa dikatakan sangat tidak masuk diakal. 


"Bayangkan saja, harganya tidak masuk akal. Satu foto itu harganya bisa mencapai lima ratus ribu rupiah. Ini namanya mengada-ngada. Kalau ada temuan nanti mau tak mau kami juga yang diperiksa, kami juga yang harus mempertanggungjawabkannya," keluhnya. 


Berdasarkan investigasi dailysatu, di beberapa kecamatan foto-foto pahlawan ini merupakan kewajiban bagi desa-desa untuk membelinya. Mengenai harga, pihak kepala-kepala desa enggan untuk jujur. Mereka lebih mengiyakan apa yang menjadi perintah.


Di Kecamatan Panyabungan misalnya, berdasarkan informasi, Camat Panyabungan Kota mengintruksikan untuk menjual foto ketiga tokoh ini seharga lima ratus ribu rupiah per foto. Namun, di beberapa kecamatan bahkan ada yang mencapai satu juta rupiah per foto. 


Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Kecamatan maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) yang dikonfirmasi belum juga memberikan jawaban. Bahkan Kepala Dinas PMD yang dihubungi via seluler hingga saat ini belum juga aktif. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini