Esensi kerukunan Harus Diwujudkan Sebagai Kota Toleran

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com - Wujud kerukunan dapat diimplementasikan dan diterapkan dalam tiga hal yakni kerukunan antar pribadi/sesama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah. Jika ketiga hal ini dapat diwujudkan, maka kerukunan di Kota Medan dapat terjaga dan ibukota Provinsi Sumatera Utara dapat menjadi cerminan kota toleran.


Demikian disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution saat membuka kegiatan Pembinaan Kerukunan Bagi Tokoh Lintas Agama Tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota Medan di Garuda Plaza Hotel, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jum’at (3/6).


 Kegiatan ini digelar dalam rangka Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwal) No.28/2021 tentang Pedoman Penataan Kehidupan Beragama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kota Medan.



“Jika kita bisa menerapkan itu semua, insya Allah, Kota Medan bisa tetap terjaga kerukunannya. Semoga, upaya-upaya kita dalam menjaga kerukunan, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa beri ganjaran pahala dan kebaikan tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat,” kata Bobby Nasution di hadapan para tokoh lintas agama yang hadir.



Dikatakan menantu Presiden RI Joko Widodo ini,  makna dari kerukunan antar pribadi adalah seseorang yang beragama mampu menjaga kerukunannya antar sesamanya. Kemudian, kerukunan antar umat beragama artinya menjaga kerukunan dengan umat pemeluk agama lainnya.


 “Sedangkan, kerukunan umat beragama dan pemerintah. Artinya, tidak ada niatan dari pemerintah untuk memecah belah umat beragama. Sebab, pemerintah membutuhkan semua masyarakat lintas agama untuk mendukung terwujudnya program-program pemerintah (Pemko Medan),” ungkapnya.



Suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu ini selanjutnya menuturkan, pemerintah hanya membuat program dan kebijakan. Namun, efektifitas dan keberhasilannya haruslah didukung oleh seluruh masyarakat. “Termasuk dukungan dari tokoh lintas agama,” imbuhnya.



Bobby Nasution juga menekankan bahwa esensi dari kerukunan bukan hanya sekadar untuk mendapatkan predikat atau penghargaan, melainkan harus benar-benar diwujudkan sebagai kota toleran. “Harapan kita dengan kerukunan yang tercipta, masyarakat merasa tenang dan Kota Medan jadi kota yang berkah,” pungkasnya.(rel).

Share:
Komentar

Berita Terkini