Diduga Gelapkan Uang Kopsa Karya Bakti sebesar Rp 16,9 Miliar, Safrijal Dilaporkan Ke Polda Riau

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com- Diduga menggelapkan uang hasil kelapa sawit milik anggota koperasi sebesar Rp.16,9 Miliar,  Ketua lama Koperasi Petani Sawit Karya Bakti, Safrijal dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Riau.


Dari surat pemanggilan terhadap sejumlah saksi pada 21 Juni 2022 kemarin yang diperoleh wartawan, laporan dengan Nomor Laporan Polisi : LP/B/230/V/2022/SPKT/POLDA RIAU, 22 Mei 2022 itu dilayangkan oleh Ketua Koperasi terpilih versi Rapat Anggota Luar Biasa (RAL-B) 4 Februari 2022, Sah Bela Dalimunthe.


Ketika dikomfirmasi wartawan, Senin 27 Juni 2022, Sah Bela Dalimunthe membenarkan telah melaporkan pengurus koperasi lama yang diketuai Safrijal ke Subdit II Ditreskrimum Polda Riau pada 22 Mei 2022 lalu.


"Iya, benar. Kita telah melaporkan dan juga kami sudah memberikan keterangan kepada penyidik terkait permasalahan dugaan penggelapan oleh Ketua koperasi lama bernama Safrijal ke Polda Riau atas dugaan penggelapan uang hasil kelapa sawit milik anggota koperasi yang mencapai Rp.16,9 Miliar, "katanya.


Masih kata Sah Bela, dalam laporan itu, dugaan penggelapan oleh Safrijal dilakukannya sejak 14 Maret 2018. Dimana, setiap anggota koperasi hanya dibayar Rp. 52 ribu setiap bulan. Padahal, setiap anggota (orang) memiliki 2 hektare (ha) lahan sawit.


"Sehingga, banyak anggota yang keberatan atas uang hasil sawit itu (Rp.52 ribu/bulan), "katanya.


Selain itu, lanjut Sah Bela, bahwa selama koperasi dipimpin oleh Safrijal tidak pernah transparan kepada anggota, mulai dari bagi hasil kebun yang bermitra dengan PT. Torganda maupun keputusan atau kebijakan yang dikeluarkannya selama memimpin tanpa melalui rapat dengan anggota.


" Selama ini anggota tidak mengetahui angka riil bagi hasilyang diterima oleh anggota koperasi, bahkan ada anggota hanya menerima Rp. 80 ribu per bulan setiap anggota ," katanya.


Lebih lanjut Sah Bela mengatakan, permasalahan selama kepemimpinan Safrijal tidak hanya dugaan penggelapan dana koperasi namun juga adanya data fiktif anggota dan dugaan pemalsuan tanda tangan.


" Kami berharap penyidik jeli mengurai permasalahan ini sampai ke akar permasalahan, karena tidak menutup kemungkinan keterlibatan oknum lainnya," harapnya.


Sementara itu hingga berita ini diterbitkam Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya yang dilayangkan wartawan kepadanya tidak merespon dan saat ditelepon melalui sambungan selulernya juga tidak bersedia menjawab.


Diketahui Polemik ditubuh Koperasi Petani Sawit (Kopsa) Karya Bakti tak ubahnya seperti mengurai benang kusut. Pasalnya dari awal berdiri hingga saat ini tidak luput dari permasalahan di tubuh organisasi yang bermitra dengan PT. Torganda di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). (ds/tim)










Share:
Komentar

Berita Terkini