Plt Walikota Pematangsiantar Memalukan, Bantuan Dana Rp 4,8 Juta Untuk Festival ke Polandia Dikembalikan Sanggar SIHODA

Editor: romi syah author photo

Teks foto : Pengurus dan penari dari sanggar SIHODA terlihat kecewa atas bantuan Plt. walikota Pematangsiantar hanya Rp 4,8 juta untuk biaya keberangkatan ikuti festival internasionali Polandia.

dailysatu.com- Hannya dibantu Rp.4,8 juta untuk biaya keberangkatan  mengikuti XXVI International Folklore Festival Meeting di Polandia, Juli 2022 mendatang , sanggar tari Simalungun Home Dancer (SIHODA)  mengembalikan bantuan pelaksana tugas (Plt) walikota Pematangsiantar, Susanti Dewayani.

Melalui telepon , Kamis (26/5/2022) founder sanggar tari SIHODA , Laura Sinaga mengaku pengembalian bantuan Plt Walikota Pematangsiantar, sebagai wujud kekecewaan yang mendalam serta terkesan menyepelekan niat tulus pihaknya untuk mempromosikan budaya Simalungun di event internasional.

" Sebelumnya pada acara penggalangan dana yang dilakukan sanggar SIHODA , Selasa (24/5/2022 lalu, sudah sampaikan biaya yang dibutuhkan ke Polandia sekitar Rp 450 juta dan yang sudah terkumpul Rp 200 juta," sebut Laura.

Usai acara ada angin segar dari ibu Plt walikota yang menyampaikan supaya menemuinya di kantor walikota  Rabu (25/5/2022) dan mengatakan akan membantu solusi mencari kekurangan dana yang dibutuhkan untuk berangkat ke Polandia.

Namun karena kesibukan ibu Plt walikota , menurut Laura pihaknya diarahkan menemui Kabah Umum Setda Pemko Pematangsiantar dan diserahkan amplop berisi uang Rp 4,8 juta.

" Sanggar SIHODA bukan tidak tahu diri, namun justru karena ibu Plt walikota Susanti Dewayani kami nilai tidak menghargai dan mendukung upaya melestarikan budaya Simalungun, lebih baik bantuan yang diberikan ditolak, dan kami akan upayakan dengan cara kami mengamen di cafe-cafe untuk mendapatkan kekurangan dana yang dibutuhkan", ujar Laura.

Laura juga sangat menyesalkan sekelas walikota tidak mempertimbangkan kewajaran membantu pihaknya, yang punya niat besar mengenalkan budaya Simalungun di kancah internasional.

" Misi SIHODA ke Polandia murni membawa budaya Simalungun untuk dikenal di kancah internasional,  mengembangkan kebudayaan, terutama kesenian tari terkhusus tari etnis Simalungun, dan menjadikan sanggar sebagai tempat generasi muda  belajar dan mencintai tari dan budaya daerahny. di Kota Pematangsiantar," pungkas Laura.

Pelaksana tugas walikota Pematangsiantar, Susanti Dewayani yang dikonfirmasi via pesat Whats App (WA) hingga pukul 20.00 WIB tidak memberikan tanggapan.

Sedangkan Plt Kadis Kominfo Pemko Pematangsiantar, Johanes Sihombinh yang dikonfirmasi via telepon mengaku sedang mengurus orang tuanya kurang sehat, sehingga tidak dapat memberikan tanggapan. ( ES)

Share:
Komentar

Berita Terkini