Limbah Sawit PT KSM Cemari Sungai dan Udara, Masyarakat Siap Menggelar Aksi Demo Besar

Editor: romi syah author photo
Sejak operasionalPKS PT Karya Samo Mas (KSM), meresahkan warga di sekitar Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Rokan Hulu


dailysatu.com- Dugaan pencemaran lingkungan oleh PT.Karya Samo Mas (KSM) semakin meresahkan warga di Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Rokan Hulu (Rohul).


Setelah sebelumnya pada 23 April 2022 lalu, ribuan ikan di Sungai Ibur dan Sungai Siabu mati mendadak akibat kedua sungai itu tercemar oleh limbah sawit PT KSM.


Bahkan akibat pencemaran air sungai mengakibatkan penduduk setempat tidak dapat lagi mencari ikan di Sungai Ibur dan Sungai Siabu.


Parahnya, saat ini bau limbah kelapa sawit dan asap dari cerobong pabrik menjadi santapan sehari-hari penduduk di sekitar PKS PT KSM.


"Pokoknya, sekarang setiap pagi kami (seputaran simpang ABC sampai Teluk Aur Kuning) mencium bau busuk dari limbah pabrik PT.KSM,"keluh salah seorang warga bernama Lomo Harahap kepada wartawan, Jumat 20 Mei 2022.


Lebih lanjut dia menjelaskan, persoalan pencemaran sungai di Desa Teluk Aur telah dilaporkan ke Pemerintah Desa (Pemdes).


Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohul pada saat matinya ribuan ikan di Sungai Siabu dan Ibur telah turun ke kedua sungai tersebut.


Namun, hingga saat ini lambannya pengentasan persoalan oleh Pemkab Rohul melalui dinas terkait menjadikan sejumlah warga merasa berang dan jengkel.


“Ini seperti bom waktu dan terkesan tutup mata terkait pencemaran lingkungan di Desa Teluk Aur ini.Karena kondisi ini terjadi sejak beroperasionalnya PT.KSM itu di desa kami, kami menunggu saat yang tepat untuk melakukan aksi besar, bila memang dinas tidak mampu dan kewalahan mengatasi persoalan pencemaran sungai dan udara di Desa kami ini, "tegasnya.


Dia menambahkan, pasca kejadian beberapa waktu lalu, DLH sempat melakukan uji sample air limbah di Sungai Siabu dan Sungai Ibur. Namun selebihnya, dinas ditengarai tidak ada aksi nyata lanjutan dan berkesan melakukan pembiaran.


“Setahu kami belum ada aksi apapun dari dinas kecuali ambil sample air, itupun hasil uji lab seperti apa kita tidak mendapatkan informasinya. Koordinasi ataupun pembinaan juga nihil, bagi kami jelas ini sebuah pembiaran. Terus tugasnya DLH itu apa? Sebagai masyarakat kami harus mengeluh ke siapa?,” ujar Harahap dengan nada kesal.


Atas dasar itulah, sambungnya, warga di Desa Teluk Aur bersama tokoh masyarakat, tokoh adat dan ninik mamak  mengancam akan melakukan aksi turun ke jalan mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Rohul agar melakukan aksi nyata penyelamatan lingkungan.


"Bapak-bapak pejabat jangan biarkan rakyat kecil mati karena mengkonsumsi air dan udara yang telah tercemar limbah perusahan. Turunlah ke lapangan lihat penderitaan rakyat akibat polusi, masa tidak tahu," ujarnya.


Dalam kesempatan itu warga minta Bupati Rohul segera menyelesaikan persoalan pencemaran tersebut.


Bahkan, warga minta agar izin operasional PT KSM dicabut, memberikan ganti rugi kepada masyarakat di daerah aliran sungai dan mendesak polisi serta Kementerian Lingkungan Hidup mempidanakan perusahan. 


"Kami tunggu turun ke lapangan kalau tidak kami yang akan turun sendiri ke perusahan," tutupnya. (ds/ali/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini