Kendati DLH sebut PT KSM Tak Cemari Sungai Ibur dan Siabu, Wikki : Kita Lanjutkan!

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com- Expose Hasil Sampel Air Sungai  di Hulu Sungai Siabu dan Sungai Ibur, Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebutkan bahwa tidak ada pencemaran lingkungan akibat limbah Pabrik Kelapa Sawit PT Karya Samo Mas (KSM) yang diduga menjadi penyebab matinya ribuan ikan di sepanjang hulu kedua sungai tersebut pada 23 April 2022 lalu.


Dalam paparan DLH, sesuai hasil labor DLH Rohul, Bahwa Kolam 1(satu) PT. KSM yang berada dititik kordinat : N : 00'47'44,0" E:00'28 31 dan Kolam 3 dengan titik kordinat:N: 00' 47'43'3" E : 100' 28 31,1".


Kemudian berdasarkan data analisa Labor DLH, Kolam 1(satu) dan kolam 3 (tiga) dari hasil uji data tabel Lab, terdapat perbedaan hasil untuk seluruh parameter yaitu PH, BOD5, COD, TSS, Nitrogen Minyak dan lemak.


Selanjutnya, berdasarkan kualitas air dari uji lab air limbah kolam 1(satu) dan kolam 3 (tiga) terdapat penurunan hasil uji dari Kolam air limbah kolam satu dan kolam tiga.


Begitupun, dalam kesempatan itu, Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan LH, T.Omar Krishna Adiwinata yang turun pada saat pengambilan sampel air dan limbah sawit di PT KSM menyebutkan bahwa PT KSM berpotensi mencemari sungai Ibur dan Sungai Siabu.


Sebab, kata Omar, pertama adalah kondisi kolam limbah milik PT KSM yang dinilai belum layak karena pada saat dilakukan survey kolam limbah milik PT KSM hanya berdinding tanah.


"Harusnya kolam limbah itu dibuat dinding beton.Kalau hanya tanah begitu aja dikhawatirkan akan berpotensi cemari sungai Ibur dan Sungai Siabu,"kata Omar pada saat expose hasil sampel air sungai siabu dan ibur, Selasa 24 Mei 2022.


Kedua, katanya, kolam limbah milik PT KSM yang jaraknya hanya 5-10 meter ke hulu sungai Ibur juga dikhawatirkan akan berpotensi mencemari sungai itu.


"Jika ini dibiarkan, PT KSM berpotensi mencemari sungai itu,"tutupnya.


Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rohul, Wikki Yuliandra yang hadir dalam expose itu mengaku tidak puas dengan hasil expose terkait dugaan pencemaran oleh limbah sawit PT KSM.


Ada 2 alasannya, kata Wikki, sebab, sampel air sungai yang diambil oleh tim DLH di kedua sungai yang diduga tercemar kemungkinan sudah normal  mengingat bahwa pada saat tim DLH turun pada malamnya yakni pada 24 April 2022  hujan deras sehingga sungai banjir dan kemungkinan unsur-unsur limbah pabrik sudah terbawa arus sungai.


Kedua, dengan syarat yang mengharuskan bahwa yang mengambil sampel adalah orang yang bersertifikasi adalah menjadi hal yang dinilai penghambat masyarakat mendapat keadilan.


Untuk itu, kata Wikki, pihaknya bersama masyarakat di seputaran PT KSM akan bersama-sama untuk melaporkan ke tingkat provinsi.


Wikki beserta Tim dari HMI akan mencoba membawa persoalan ini kepada ahli ditingkat Provinsi, Namun perlu dukungan penuh dari masyarakat Desa Teluk Aur.


Ia berharap Warga Desa Teluk Aur mau berjuang bersama, terkait dugaan pencemaran lingkungan tersebut.Sehingga mendapatkan kepastian hukum yang adil. Selanjutnya kelestarian lingkungan tetap terjaga dengan baik.


"Dalam waktu dekat kita akan laporkan ini ke DLHK Provinsi, kalau perlu kita akan ke Menteri DLHK. Karena limbah pabrik PKS PT KSM sudah membuat masyarakat disana gerah.Karena saat ini bau limbah nya telah mencemari udara,"pungkasnya. (ds/ali/tim)






Share:
Komentar

Berita Terkini