Kematian Massal Ikan di Sungai Siabu dan Sungai Ibur, DLH Jangan 'Main Mata' dengan PT. KSM

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com-  Kematian massal ikan di Sungai Siabu dan Sungai Ibur, Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo pada Sabtu 23 April 2022 lalu yang diduga akibat tercemar limbah sawit, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diminta tidak 'main mata' dengan PT. Karya Samo Mas (KSM).


Penegasan itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Rokan Hulu (Rohul), Wikki Yuliandra kepada dailysatu.com, Jumat 13 Mei 2022.


"Meskipun kata DLH belum bisa memastikan penyebab matinya ribuan ikan di Sungai Ibur dan Sungai Siabu apakah berasal dari limbah sawit milik PT KSM atau tidak, tapi kita dan masyarakat yang terdampak di Desa Teluk Aur berharap DLH tidak 'main mata' denga PT KSM, "tegasnya.


DLH, kata Wikki, diminta transparan terkait hasil uji laboratorium sampel air dan limbah pabrik yang diambil oleh tim DLH Rohul dari Sungai Ibur dan Sungai Siabu serta mengambil sampel limbah sawit pabrik PT.KSM.


"Karena dalam beberapa kasus yang pernah terjadi di Rohul pada 2019 di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara yang diduga matinya ikan karena limbah sawit PT Merangkai Artha Nusantara (MAN) namun  hasil uji laboratorium DLH Rohul hingga saat ini tidak dipublikasikan ke masyarakat,"katanya.


Maka, lanjut Wikki, jika DLH Rohul tidak transparan mengenai hasil uji laboratorium dari sampel limbah sawit pabrik PT.KSM dengan sampel air sungai di Sungai Siabu dan Sungai Ibur, pihaknya akan melaporkan temuan ini ke DLH Provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup Jakarta.


"Jadi, DLH Rohul jangan main-main terkait kasus ini, karena kita akan terus mengawal kasus temuan ini, "tutupnya.


Diketahui sebelumnya DLH Rohul mulai menyelidiki  fenomena kematian ribuan ikan di Sungai Siabu dan Sungai Ibur, Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo pada Sabtu 23 April 2022 lalu.


Dibawah komando Sekretaris DLH Muzayyinul Arifin, tim mengambil sampel air di Sungai Ibur dan Sungai Siabu. Serta mengambil sampel air limbah di 3 unit kolam limbah milik PT.Karya Samo Mas (KSM), Senin 25 April 2022.


Tim juga melakukan pengamatan dan penggalian informasi terkait kematian massal ikan tersebut. “DLH akan selalu siap melaksanakan tugas pengawasan Lingkungan Hidup di wilayah kabupaten Rohul," ucap Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan LH, T.Omar Krishna Adiwinata kepada wartawan disela-sela pengambilan sampel air di Sungai Siabu.


Dia mengatakan belum dapat diketahui secara pasti penyebab kematian ribuan ikan tersebut. Namun DLH berkewajiban mengecek sampel air agar dapat diketahui penyebabnya.


“Dan hasil baru akan diketahui paling cepat memakan waktu kurang lebih 14 hari kerja.Apalagi ini kan banyak hari liburnya.Paling usai lebaran Idul Fitri baru bisa kita ketahui hasilnya.


Sementara, pengakuan warga yang berdomisili di Desa Teluk Aur persisnya di sekitar Sungai Siabu dan Sungai Ibur menengarai kematian ikan tersebut terjadi diduga karena adanya limbah sawit yang tercemar  di Sungai Ibur dan Sungai Siabu.


"Baru kali ini terjadi pak, dan kemungkinan itu karena di atas sana (ada pabrik sawit), "cerita warga dihadapan tim DLH Rohul. (ds/ali/tim)







Share:
Komentar

Berita Terkini