Kadis Pendidikan Simalungun Diduga "Paksa" Kepala Sekolah Beli Spanduk

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Permainan oknum Kadis pendidikan Kabupaten Simalungun ZS dengan pengusaha ini sial DS menjelang hari Raya Idul Fitri 1443 H yang lalu mulai mencuat kepermukaan.

Kadis Pendidikan Simalungun Diduga memaksa seluruh kepala sekolah dasar (SD) di Kabupaten Simalungun membayar spanduk Ucapan Selamat Hari Raya ukuran 2 m x 90 cm dengan harga Rp 250 ribu muncul kepermukaan.

Oknum kepala dinas bekerja sama dengan pengusaha dengan cara membagikan spanduk ke setiap sekolah melalui koordinator wilayah (korwil) kecamatan.

Beberapa kepala sekolah di Simalungun mengatakan Spanduk bertuliskan Selamat Hari Raya dengan gambar Bupati Simalungun dan wakil itu di haruskan dan memasang di setiap sekolah,para kepala sekolah tidak berani menolak,.jika ditolak diancam akan dicopot dari jabatan dan setidaknya dipindahkan dari tempatnya.

Para kepala sekolah menyebutkan dana untuk membayar spanduk itu dana dari Biaya Operasi Sekolah (BOS) walau awalnya dana untuk Spanduk itu tidak ada ditampung di RKS tahun 2022. Jadi RKS semula akan di robah ujar kepala SD yang sekolahnya tidak ingin disebutkan.

Keterangan lain yang diperoleh wartawan, Senin (23/5/2022) spanduk yang diperjual belikan ini bukan hanya di tingkat SD bahkan tingkat SMP, menurut para kepala sekolah jumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Simalungun lebih kurang 600 dan SMP 68 sekolah.

Ketua LSM Putra Oktavianus Rumahorbo harga spanduk yang dibuat dinas pendidikan dengan pengusaha sudah sangat super sesuai harga pasaran saat ini, spanduk ukuran yang dijual kepada sekolah itu sudah tinggi Rp 50 ribu. 

Rumahorbo mengharap agar oknum - oknum didinas pendidikan jangan lagi mencekoki para kepala sekolah dan guru di Kabupaten Simalungun.

Seperti pengakuan Bupati Simalungun saat pertemuan didinas pendidikan bahwa, pendidikan di Simalungun sudah stadium empat. 

Ketua LSM ini mengharapkan Bupati Simalungun agar mengganti kadis pendidikan Simalungun, sebab masih banyak permasalahan yang belum terungkap di lingkungan dinas pendidikan.(ES)

Share:
Komentar

Berita Terkini