Gedung PMI Madina Dibiarkan Terbengkalai, Karena Belum Ada Serah Terima

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com-Gedung PMI Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang terbengkalai dikelilingi semak belukar, di komplek perkantoran Payaloting, Panyabungan, disebut masih milik pemerintah setempat meski gedung yang dibangun sejak 2018 itu diduga telah menghabiskan ratusan juta rupiah dana yang bersumber dari APBD Madina.

Ketua Bidang Pelayanan Darah PMI Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang juga Direktur RSUD Panyabungan, dr Rusli Pulungan, Sp. THT, saat dikonfirmasi berdalih belum ada serah terima kepada PMI.

"Sampai saat ini gedung tersebut masih milik pemerintah daerah (pemda), belum dihibahkan ke PMI karena pembangunannya belum selesai," katanya, kemarin.

Meski tidak menampik dianggarkan sejak 2018 lalu, namun Rusli menyebutkan tidak dialokasikan setiap tahunnya. 

"Pada 2020, 2021 ada refocusing anggaran sehingga pemda tidak mengalokasikan anggaran kelanjutan pembangunan gedung PMI," ujarnya.

Menurutnya, akibat pandemi, sejumlah proyek terpaksa harus dialihkan untuk penanggulangan Covid-19, termasuk pembangunan markas PMI. Karena pembangunannya belum terlalu dianggap penting.

Namun soal bantuan Ketua PMI Sumut, Dr H Rahmat Shah beberapa tahun lalu, dikatakannya bantuan sebesar Rp100 juta itu bukan atas nama provinsi melainkan pribadi Rahmat Shah untuk kebutuhan alat-alat medis.

Untuk ketersediaan darah, Rusli mengaku PMI Madina masih memiliki stock. Selasa (10/5) ada 37 kantong darah, terdiri dari, golongan A ada 13 kantong, golongan B ada 11 kantong, golongan O ada 12 kantong dan golongan AB memiliki satu kantong. Dengan target 200 kantong darah perbulannya.

"Jika stock darah menipis berarti animo masyarakat yang mendonor sedikit, tentu kita meminta partisipasi dari keluarga pasien. Terkadang keluarga pasien bertanya, kenapa harus mendonorkan darah karena memiliki BPJS? Kita tidak membeli darah. BPJS itu sebagai pengganti biaya pengolahannya," terangnya.

Jelasnya, untuk darah tidak diperjualbelikan. Tidak hanya kepada pengguna BPJS, melainkan juga kepada pasien umum. (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini