Diduga Kembali Beraktifitas Tambang Ilegal, Sungai Batang Natal Kembali Keruh

Editor: romi syah author photo


daylisatu.com-Ternyata jernihnya Sungai Batang Natal seminggu saja. Berdasarkan pantauan wartawan, kualitas air Sungai Batang Natal terpantau di Kelurahan Simpanggambir Kecamatan Linggabayu Kabupaten Mandailing Natal sangat keruh. Dugaan ini diakibatkan Tambang Emas Ilegal di sekitaran Sungai Batang Natal kembali beroperasi lagi.

Salah seorang masyarakat di Kelurahan Simpanggambir, Sahri Siregar, prihatin melihat kondisi ini. Dia sangat mengharapkan ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Perhatian yang diharapkan oleh Sahri ini adalah keseriusan dari Pemkab untuk menertibkan kasus tambang emas ilegal ini. 

"Lihatlah, air sungai kembali keruh. Apa tidak ada cara untuk mengatasi ini. Kami mewakili masyarakat mengharapkan Gubernur Sumut, Pemkab Madina, Kepolisian dan TNI turun tangan mengatasi ini. Tolong lah bantu warga yang tinggal dihilir sungai ini," ungkapnya.

.Sementara Direktur Eksekutif Yayasan Ekosistem Batang Gadis, Muhammad Nuh, SH mengatakan sanksi pertambangan tak berizin termasuk pertambangan emas diatur di Pasal 34 Ayat (2) UU No. 4 /2009 Jo. Pasal 2 Ayat (2) PP No. 23 / 2010. 

Menurut M.Nuh menjelaskan bahwa pasal ini bisa menjelaskan seseorang pelaku penambang emas ilegal bisa dijerat penjara paling lama 10 tahun dan ancaman denda sebanyak 10 Miliyar. Lelaki yang juga berprofesi sebagai pengacara ini juga berharap pihak Aparat Hukum, bisa menindak tegas para pelaku penambang emas ilegal. 

"Ancaman hukuman yang diberikan harus sangat berat. Bahkan jika pelaku terbukti menggunakan mercuri maka bisa ditambah tiga tahun lagi. Saya secara pribadi meminta pelaku untuk berhenti,"  ungkapnya. (Reza)

Share:
Komentar

Berita Terkini