Diduga Buntut dari Penangkapan 5 Pelaku Pencuri Sawit di Dusun Terlena oleh Warga, Rumah 'Tomas' Batang Kumu Diteror OTK

Editor: romi syah author photo
ilustrasi


dailysatu.com- Diduga buntut dari penangkapan 5 orang terduga pencuri buah kelapa sawit oleh masyarakat di Dusun Terlena, Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) pada 8 Mei 2022 lalu,  rumah salah seorang tokoh masyarakat (Tomas) H. Antoni Simatupang di Dusun Tangkerang, Desa Batang Kumu pada, Senin (16/5) sekitar jam 09.00 WIB pagi diteror oleh 8 Orang Tak Dikenal (OTK).


Bahkan, para OTK itu mengancam akan membakar rumah dan membunuh Antoni Simatupang.


" Pagi itu saya sudah keluar rumah, ada delapan OTK mencari saya dengan mengancam akan membunuh dan membakar rumah saya," ujar H. Antoni Simatupang saat dihubungi wartawan Selasa (17/5/2022).


Dikatakan, saat aksi teror itu, 8 OTK mengendarai 4 sepeda motor.


Dimana, pada saat di kediaman Antoni, salah seorang OTK sempat memukul supir pribadi Antoni yang saat itu sedang berada di gudang miliknya. Beruntung sopir tersebut berhasil melarikan diri.


"Betul, sopir saya sempat di pukul oleh mereka (OTK)," ucap Antoni.


Karena tidak menemukan Antoni di rumahnya, OTK tersebut langsung mendatangi RAM sawit (alat timbangan truk sawit digital) miliknya yang tidak jauh dari rumah. Namun juga Antoni tidak ditemukan, akhirnya mereka (OTK-red) langsung pergi.


Mendengar adanya aksi teror oleh OTK tersebut, warga langsung berdatangan dan berkumpul di RAM milik Antoni. Namun pada saat warga tiba, kelompok OTK itu sudah tidak berada di tempat.


Lebih lanjut Antoni mengatakan selama ini dia tidak pernah bermusuhan dengan siapapun. Ia menduga teror yang dilakukan oleh OTK ke rumahnya berkaitan dengan penangkapan 5 orang yang diduga mencuri sawit yang di klem di lahan milik warga dan saat ini sedang di proses di Polres Rokan Hulu.


Selain itu, Hasan Hasibuan salah seorang warga Dusun Kaporo, Desa Batang Kumu juga membenarkan adanya aksi teror yang dilakukan oleh OTK tersebut.


" Kejadiannya sangat singkat, kami kejar ke RAM milik pak haji, tapi OTK nya sudah tak ada" ucapnya.


Lanjut Hasan, saat ini warga terus berjaga mengantisipasi adanya teror susulan oleh OTK yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan mereka.(ds/tim)


Share:
Komentar

Berita Terkini