Desak Berantas Pungli Portal di Kampung Huta Baru, Besok Ratusan Aparat Desa Batang Kumu Ngadu ke Camat Tambusai

Editor: romi syah author photo
Portal 'Berbayar' di Sei Kaporo, Desa Batang Kumu



dailysatu.com- Dugaan Pungutan liar (Pungli) berkedok portal ampang-ampang di kampung Huta Baru, Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) hingga saat ini masih terus beroperasi.


Meski warga sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, namun hingga detik ini kutipan portal 'berbayar' tersebut masih terjadi.


“Bukan satu atau dua bulan, tapi sudah tahunan ini terjadi, dan ini seperti dibiarkan, atau seperti dibekingi. Ada apa ini? Mana penegak hukum? ”, sebut salah seorang petani sawit yang minta namanya tidak disebutkan kepada wartawan, Minggu 22 Mei 2022.


Dia berharap agar pihak kepolisian untuk segera berantas dugaan pungli portal ampang-ampang di tiga Dusun yakni Dusun Tangkerang, Dusun Terlena dan Dusun Kaporo yang semuanya dikelola oleh oknum swasta tanpa memiliki legalitas apapun yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Batang Kumu.


"Tolong lah pak polisi, turun ke lokasi ampang-ampang itu, "pintanya.


Dihubungi terpisah, Kepala Desa Batang Kumu, Normal Harahap mengaku bahwa warga terutama petani sawit yang melintas di tiga portal 'berbayar' yang dikelola oleh Antoni Simatupang (Tangkerang), Kasiran Situmorang (Pos Terlena) dan Hasan Nasution (Pos Kaporo) mengaku 'gerah' dengan kutipan berdalih untuk perbaikan jalan di Kampung Huta Baru.


Diakui, Normal Harahap, sejumlah warga pun telah membuat laporan ke Polres Rohul atas pungli itu.


Parahnya, kata Normal Harahap, berdasarkan laporan dari RT dan RW bahwa Antoni Simatupang mendatangkan belasan orang yang diketahui merupakan orang 'Timur'.


"Inikan makin meresahkan warga, makanya besok kami (perangkat desa) dan sejumlah masyarakat yang resah akan ke kantor Camat meminta Camat dan Muspika  untuk segera menindak orang-orang yang diduga tidak ingin menciptkan kekondusifan di Desa Batang Kumu,"tegasnya.


Jika, nanti ini dibiarkan, kata Normal Harahap, dirinya khawatir akan menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat Batang Kumu ini.


"Saya, selaku Kepala Desa Batang Kumu akan ikut ke Kantor Camat untuk mengadukan persoalan pungli portal di Kampung Huta Baru yang dikelola oleh perorangan itu,"tutupnya.


Sebelumnya diberitakan, Portal ampang-ampang 'berbayar' di Desa Batang Kumu dikeluhkan sejumlah masyarakat khususnya pemilik lahan sawit yang melintas di Dusun Terlena, Dusun Tangkerang dan Dusun Kaporo.


Berdasarkan, penelusuran wartawan yang turun ke ketiga titik portal ampang-ampang 'berbayar', Selasa 17 Mei 2022. Diketahui, bahwa ketiga portal ampang-ampang tersebut dikelola oleh pihak perorangan.


Seperti di Dusun Tangkerang, dikelola oleh Antoni Simatupang, di Dusun Terlena dikelola Kasiran Situmorang dan Dusun Kaporo dikelola oleh Hasan Nasution.


Dari informasi yang diperoleh wartawan dari petugas jaga portal 'berbayar' itu kalau setiap truck pengangkut buah sawit  yang melintas dikenakan tarif sebesar Rp.10/kg.(ds/ali/***)

Share:
Komentar

Berita Terkini