Bos Tambang Madina Akan Segera Disidangkan, Walau Tanpa Barbut Excavator

Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com- Bos tambang emas ilegal, Akhmad Arjun Nasution, Kamis (02/06/2022) mendatang, akan disidang di Pengadilan Negeri (PN) Mandailing Natal (Madina), karena berkas perkaranya telah dilimpahkan jaksa, Selasa (24/5) kemarin.

Juru Bicara PN Madina, Catur Alfath Satriya mengatakan, sama halnya dengan persidangan kasus pengeroyokan wartawan nantinya. Sidang agenda pembacaan dakwaan tersangka tambang emas ilegal ini juga akan digelar secara online.

"Tersangka sudah dijadwalkan akan disidangkan pada Kamis mendatang. Sidang perdana ini masih agenda pembacaan dakwaan," katanya, Rabu (25/5). Ia juga mempersilahkan pers untuk hadir menyaksikan jalannya persidangan.

Perihal kasus penambangan ilegal ini, ada barang bukti yang hingga saat ini tidak diserahkan oleh Penyidik. Barang bukti, berupa satu unit excavator. Hingga saat ini satu buah alat berat ini sudah masuk dalam daftar pencarian barang oleh Penyidik dalam Ditreskrimsus Polda Sumut. Sehingga dengan tidak adanya barang bukti itu, penyidik melakukan perubahan Pasal yang disangkakan kepada Bos Tambang tersebut. Akhirnya penyidik menerapkan 161 UU RI No 3 Tahun 2020, tentang perubahan atad UU RI No 4 Tahun 2009.

Sebelumnya, Yos Tarigan, Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kemarin menyebutkan, tidak menjadi kendala untuk melanjutkan persidangan jika barang bukti excavatornya belum juga diserahkan oleh penyidik.

"Walaupun tanpa alat berat excavator itu, persidangan tetap akan kita lanjutkan. Pihak penyidik juga menjelaskan bahwa satu unit alat berat tersebut saat ini masuk dalam daftar pencarian barang. Kita berharap pihak penyidik juga cepat mendapatkan barang bukti itu," ungkap Yos. 

Hal ini juga senada dengan ucapkan Kajari Madina, Novan Hadian SH MH, berujar, untuk persidangan ini hanya mengikuti arahan dari apa yang telah dilimpahkan oleh Kejatisu. Dan untuk soal excavator, disebutnya juga seperti yang disampaikan Kejati, sudah masuk daftar pencarian.

"Persidangan itu tetap akan kita laksanakan. Sesuai denga prosedur yang ada. Tidak ada masalah perihal barang bukti yang tidak kita terima. Bagaimanapun tetap akan kita lakukan penuntutan," tuturnya melalu sambungan telepon, Rabu (25/5/2022). (Reza).

Share:
Komentar

Berita Terkini