Besok, Ratusan Masyarakat Teluk Aur dan Sungai Kuning Geruduk Gedung DPRD, Minta PT KSM Ditutup!

Editor: romi syah author photo


dailysatu.com- Tak tahan bau busuk dari limbah sawit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Karya Samo Mas (KSM), besok, ratusan masyarakat dari dua Desa yakni Desa Teluk Aur dan  Desa Sungai Kuning, Kecamatan Rambah Samo,Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan 'geruduk' DPRD Rohul.


Dalam aksi mereka, masyarakat meminta kepada Bupati dan DPRD Rohul untuk menutup operasional PT.KSM yang ditenggarai menjadi penyebab terjadinya pencemaran udara di dua desa tersebut.


"Ya, InsyaAllah besok kita akan sampaikan keluhan kami terkait bau limbah pabrik PT KSM yang sejak beroperasinya di 2021 lalu menjadi penyebab tercemarnya lingkungan kami,"kata Koordinator Aksi "Masyarakat Teluk Aur Menggugat", Wikki kepada wartawan saat keluar dari Mapolres Rohul usai memberitahukan surat aksi, Senin 30 Mei 2022.


Dikatakan, dalam aksi yang akan diikuti oleh para tokoh masyarakat, para ninik mamak, para tokoh adat dan masyarakat menyebutkan bahwa sejak keberadaan PT KSM telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


Dimana, pada 23 April 2022 lalu Sungai Ibur dan Sungai Siabu diduga tercemar yang mengakibatkan ribuan ikan mati mendadak.


"Saat ini yang lebih parah,kami setiap hari menghirup bau busuk limbah pabrik yang ditimbulkan oleh PT KSM,"ucap salah seorang ninik mamak di Desa Teluk Aur mengamini.


Salah satu warga setempat, Lomo Harahap mengatakan sudah hampir  dua bulan terakhir mencium bau tak sedap dari limbah pabrik tersebut.


“Sangat tidak nyaman, sebab baunya sangat menyengat. Kalau yang tidak tahan bisa sesak napas,” kata dia.


Dia pun meminta agar pihak pabrik segera mengambil tindakan untuk membenahi pengelolaan limbahnya. 


“Kasihan anak-anak, di sini kan juga ada yang masih bayi.Para orang tua,para ninik mamak yang sudah sepuh  butuh udara segar,” kata dia.


Hal senada juga disampaikan warga Desa Teluk Aur lainnya. Menurutnya hampir setiap hari bau limbah tercium di lingkungannya. Padahal jarak pabrik dengan permukiman warga Teluk Aur dan Sungai Kuning hampir satu kilometer.


Warga mengatakan bau menyengat limbah pabrik mulai muncul sekitar pukul 05.00 WIB hingga malam hari. 


"Kadang tak tentu juga, tergantung cuaca dan angin.Tapi biasa pagi, kalau habis hujan, siang hari kalau terik dan dibawa angin.Bau nya tidak tahan dan menyengat,"tutupnya.(ds/ali/tim)


Share:
Komentar

Berita Terkini