Usut Dugaan 'Jual-Beli' Jabatan di Pemkab Rohul, Econ : Sekda Rohul Serasa Bupati

Editor: romi syah author photo


Hardizon Said Econ (kemeja merah) saat terlihat dibeberapa kesempatan bersama Bupati Rohul, H.Sukiman. 

dailysatu.com- Pelantikan 103 Pejabat esselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di masa 'injury time' jelang libur bersama Idul Fitri 2022 menjadi sorotan dari Aktivis Senior Rohul, Hardizon Said Econ.


Econ, sapaan akrabnya didampingi oleh aktivis Rohul Armen di sela sela kesibukannya kepada wartawan Jumat 29 April 2022 menyebut bahwa pelantikan kali ini memang penuh misteri.


"Bayangkan saja, ada beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Rohul  yang tidak tahu ada stafnya yang dimutasikan dan dinonjobkan” katanya.


Bahkan  Econ mendesak wakil rakyat dan aparat penegak hukum dapat turun mengusut dugaan adanya jual beli jabatan, di lingkungan pemkab Rohul


 "Suara yang berkembang di kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara), diduga ada  jual beli jabatan, bahkan saat ini tersiar kabar di kalangan ASN dgn sebutan “Sekda serasa Bupati” diduga kebijakan pelantikan pejabat beberapa waktu lalu ada sarat kepentingan Sekda Rohul Muhammad Zaki Cs," tegasnya.


Diketahui pada Rabu 27 April 2022, ada 103 Pejabat Esselon III dan IV dilantik.

Namun ada sejumlah posisi setingkat kepala bidang yang dikosongkan, menurut Econ yang dirugikan dalam hal ini adalah masyarakat, karena pelayanan di sejumlah dinas yang kosong formasi Kepala Bidangnya tersebut tentu pelayanan kepada masyarakat tidak bisa berjalan dengan maksimal. "Masyarakat yang dirugikan," katanya.


Kemudian kata Econ  yang pernah jadi Juru Kampanye Sukiman-Indra Gunawan di 200 titik pada pilkada yang telah lalu mengatakan berilah ketenangan para pejabat di Rokan Hulu ini untuk melaksanakan ibadah puasa dan menyambut lebaran dengn khusuk dan tenang jangan diganggu dengan peristiwa nonjob menonjobkan jabatan.


"Kita ini negeri religius yg penuh dgn nilai nilai keagamaan, negeri seribu suluk," sebutnya.


Econ melihat dan menilai Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang dikomandoi oleh Sekda tidak melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sekda berjalan sendiri sendiri dalam mengambil kebijakan dan keputusan.

Sebagaimana diketahui, bahwa tugas pokok Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) adalah untuk memberikan pertimbangan kepada pejabat pembina kepegawaian dalam pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural Eselon II ke bawah.


"Justru Baperjakat dalam Pemkab Rohul , yakni Sekda sebagai komando justru tidak bekerja dengan baik dan disinyalir tidak ada pemetaan yang matang bahkan tidak melakukan koordinasi dan komunikasi  dengan para OPD”.

Dengan tidak mampunya Sekda melakukan Koordinasi dan Komunikasi dengan para kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD), maka Econ meminta kepada Bupati Rokan Hulu Bapak Letkol (Purnawirawan) Haji Sukiman untuk secepatnya turun gunung melakukan HARMONISASI antara kepala OPD dgn Sekda Rohul, agar tercipta kekompakan dan kesatuan utk memajukan pembangunan di Kabupaten Rokan Hulu yang kita cintai ini, "harapnya.


Ia juga mencurigai pelaksanaan mutasi tidak sesuai mekanisme aturan yang berlaku. "Kami khawatir, mutasi yang berjalan kemarin ada hal-hal yang tidak sesuai mekanisme," papar Econ. 


Terkait dugaan adanya jual beli jabatan dalam proses mutasi, Econ mengaku mendengar

desas-desus tersebut berkembang di lingkungan ASN dan masyarakat namun pengungkapan dugaan itu kata Econ, menjadi kewenangan aparat penegak hukum, Econ berharap aparat penegak hukum tidak tinggal diam. " Karenanya kami melihat adanya dugaan-dugaan seperti itu (Jual beli jabatan), " pungkasnya.(ds/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini