Terkait Tanah di Jalan Jati, Pihak Dasijem Cs Selaku Pemegang SKT Siap Duduk Bersama Mencari Solusi

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Terkait konflik masalah lahan seluas 7,6 Ha di Jalan Jati, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel,  Kecamatan Medan Timur Kota Medan dengan Batas-batas Utara: Jalan Perwira Timur, Jalan Perkebunan Flamboyan Selatan, Jalan Jati dan Barat Rumah warga. 

Selama puluhan tahun telah  menjadi rebutan kedua kelompok yakni Pemegang Surat Keterangan Tanah (SKT) yang mendapat kuasa dari Dasijem Cs dengan Pemegang Sertipikat Hak Milik (SHM) sebanyak 69 orang.

Akhirnya menemukan solusi penyelesaian permasalahan lahan tersebut, pihak Pemilik SKT  bersedia duduk bersama dengan Pemegang SHM untuk mencari jalan terbaik (win-win Solution) dalam rangka mengakhiri konflik lahan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh para perwakilan dari Pemilik SKT kepada sejumlah Wartawan didampingi oleh pihak yang menamakan diri sebagai Forum Aspirasi Masyarakat Medan Marelan (FA3M) dan Pihak dari Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, Minggu (10/4/2022).

Dalam pertemuan tersebut,  Jefri selaku perwakilan dari Pemilik SKT menyampaikan bahwa pihaknya siap duduk bersama dengan pihak pemegang SHM.

"Kita siap menempuh Mediasi dalam rangka mencari jalan terbaik atas sengketa lahan yang terletak di Jalan Jati, karena kita juga sudah lelah dengan konflik yang terjadi hingga belasan tahun ini, tidak menemukan penyelesaian yang tuntas, untuk menggunakan dan memanfaatkan lahan tersebut" ucapnya.

Lebih lanjut Sdr. Jefri menyampaikan, pihaknya telah menyampaikan kepada pihak yang akan ditunjuk dan dipercaya untuk diberi Amanah sebagai Mediator yang akan menyampaikan kepada Pihak Pemegang SHM, bahwa Pihak Pemegang SKT menawarkan pemberian konpensasi dari lahan tersebut.

"Kalau memang diperlukan, jika Pihak Pemegang SHM bersedia, maka  pihak pemilik SKT siap memberikan konpensasi kepada Pemegang SHM sesuai luasan secara proporsional,"sebutnya.

"Karena menurut kami, belasan tahun lahan itu tidak dapat kita digunakan manfaatkan secara Bersama, yang berakibat secara ekonomi tidak mendatangkan kesejahteraan secara langsung bagi pihak-pihak yang saat ini memegang alas hak berupa SKT dan Sertipikat Hak Milik (SHM). Jadi apa salahnya kalau masalah ini kita akhiri dan duduk bersama mencari jalan terbaik bagi kedua kelompok,"tambahnya.

Jefri berharap, permasalahan ini segera selesai dan permasalah tanah di Jalan Jati, Kelurahan Brayan Bengkel Kota Medan dapat segera terselesaikan.

"Ya kami semua mengharapkan agar permasalahan ini segera selesai, tanpa harus merugikan salah satu pihak, dengan prinsip saling menguntungkan kedua belah pihak," harapnya.

Sementara itu, Sarjita, SH, MHum. (Mediator) yang didampingi Haryo Budiawan,  S.H., M.Si,  (Mediator) dari Pusat Kajian Agaria/Pertanahan pada  Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta mengatakan pihaknya hadir jauh-jauh dari Jogja setelah diminta oleh FA3M agar dapat membantu mencari jalan penyelesaian sengketa tersebut.  Kepada kedua Beliau menawarkan agar kedua belah pihak, menempuh mekanisme penyelesaian Non Peradilan yaitu Mediasi, dimana kedua belah pihak dapat menyepakati untuk mempercayakan penyelesaian sengketanya kepada Mediator,  guna menyelesaikan permasalah tanah yang ada di Jalan Jati, tanpa harus ke Pengadilan.

Karena sudah terbukti puluhan tahun berperkara di Pengadilan, konflik tanah di Jalan Jati belum menemukan penyelesaian secara tuntas, bahkan lahan tidak dapat dioptimalkan dengan baik, tumbuh semak belukar serta tidak mendatangkan kesejahteraan bagi pihak-pihak yang bersengketa.

"Kami siap dan senantiasa akan  hadir sebagai Mediator, jika nanti Kedua belah pihak, telah sepakat untuk mencari solusi jalan terbaik bagi keduanya, dengan menempuh Mediasi" ucapnya.

Pihaknya akan bekerja secara professional, bahkan didukung juga oleh Kantor Pertanahan Kota Medan melalui Suratnya Nomor : MP 01.01/1205-12-71.600/IV./2022 tertanggal 05 April 2022 serta Pihak- pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan menindak lanjutinya jika tercapai kesepakatan. 

Beberapa pihak yang terkait dalam hal ini sangat mendukung/support jalan Mediasi yang sebaiknya ditempuh kedua belah pihak, sehingga permasalahan ini tidak berlangsung secara berlarut-larut hingga lama, tanpa berkesudahan sehingga lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan siapapun. 

Sarjita juga menyampaikan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan berusaha mempertemukan kedua belah pihak untuk duduk bersama mencari jalan menemukan kesepakatan bersama. Oleh karena itu, kepada Pihak-pihak yang merasa memiliki kepentingan dengan objek tanah seluas 7,6 Ha di Jalan Jati Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur Kota Medan dapat segera menghubungi Sdr Ismail dengan no kontak 081361468484 untuk mendapatkan penjelasan tentang rencana teknis penanganan melalui jalur Non Peradilan, melalui mediasi. 

"Kita berupaya dalam waktu dekat ini kedua belah pihak dipertemukan, kami selaku mediator dengan mekanisme penyelesaian pola mediasi akan mengumpulkan data dan fakta guna menengahi setiap usulan dari kedua belah pihak.Kita sama sama berdoa agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan dengan cepat dan tanpa ada kendala lainnya,"tandasnya.(Her)

Share:
Komentar

Berita Terkini