Bupati Pakpak Bharat Tabur Benih Ikan di Desa Pardomuan

Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menabur benih ikan di Kolam Kelompok Pembudidayan Ikan (POKDAKAN) Bara di Desa Pardomuan, Kecamatan  Sitellu Tali urang Julu. 

Benih ikan ini adalah bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Jambi.

Bupati dalam acara ini menyampaikan bahwa, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memotivasi masyarakat dalam upaya pengembangan budidaya ikan.

Apa yang kita lakukan hari ini adalah hasil bincang-bincang saya dengan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan beberapa waktu lalu, mengingat begitu besarnya potensi perikanan air tawar yang sangat menjanjikan di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat ini, tolong supaya usaha perikanan di kelompok Bara ini terus berkembang dan berkesinambungan.

Sementara itu, Prayudha Dwi C, perakilan BPBAT Sungai Gelam yang hadir dalam acara ini menjelaskan beberapa hal terkait usaha budidaya ikan air tawar.

"Kalau saya melihat wilayah Kabupaten Pakpak Bharat ini sangat potensial dalam pembudidayaan ikan air tawar, baik usaha ikan anakan, bibit ikan ataupun pembesaran ikan, dari sisi sumber daya alamnya cukup mendukung, ketersediaan pakan dan juga potensi pemasarannya cukup menjanjikan," ungkap Prayudha menuturkan.

"Harapan saya kita mampu menguasai lima persen saja dari kebutuhan pasar di Sumatera Utara ini sudah sangat bagus, kalau kita bisa membuat lapangan kerja sendiri kenapa harus mencari pekerjaan,"tambahnya.

Sebanyak tigapuluh ribu ekor benih ikan nila dan ikan mas ditabur di kolam luas milik Kelompok Bara ini.

Mudah-mudahan dalam empat bulan kedepan kita sudah bisa memanen ikan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat melalui Kepala Bidang Perikanan dan Peternakan, Jasman Sitakar, SP, MP mengungkapkan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan penuh kepada Kelompok ini.

Kita akan dampingi terus, kita lihat apa kendala dan masalah, termasuk kondisi ikan, kondisi air kolam, ketersediaan pakan, dan sebagainya, ungkap Jasman Sitakar di lokasi.(ds/hartono)

Share:
Komentar

Berita Terkini